Ledakan Beirut Bikin AS Semangat Jatuhkan Sanksi Untuk Para Pejabat Lebanon

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab dan Presiden Michel Aoun/Net

Ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut pada pekan lalu membuat Amerika Serikat (AS) semakin semangat untuk menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Lebanon yang korup dan memiliki hubungan dengan Hizbullah.

Sudah berbulan-bulan, anggota parlemen dan pejabat AS mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan untuk menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Lebanon dan partai politik yang terlibat korupsi dan berhubungan langsung dengan Hizbullah.

RUU setebal 111 halaman tersebut diajukan oleh 13 anggota kongres Partai Republik. Isinya, Washington menjatuhkan hukuman pada mantan Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil dan Ketua Parlemen Nabih Berri, Al Awsat, Rabu (12/8).

Selain itu, RUU tersebut juga memberikan sanksi terbesar pada Iran, menunjuk kelompok Houthi di Yaman sebagai kelompok teroris, dan menghentikan bantuan ke Lebanon.

Kendati begitu, analis perusahaan intelijen Stratfor, Ryan Bohl mengatakan, sanksi tersebut tampaknya tidak akan segera disahkan karena oposisi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk memutus bantuan ke Lebanon.

“Tampaknya itu tidak mungkin lolos, terutama dengan pemilihan yang akan datang pada November, dan keengganan Demokrat untuk tampil seolah-olah mereka menciptakan ketegangan eksternal,” terang Bohl.

Sementara itu, Komite Studi Republik menyiapkan dokumen untuk merekomendasikan hukuman bagi rezim Iran dan agennya di Lebanon serta para pejabat Beirut yang bersekutu dengan Hizbullah.

Di dalamnya juga sudah dicantumkan nama-nama pejabat pendukung Hizbullah, termasuk mantan Menteri Kesehatan Jamil Jabak, anggota parlemen Jamil al-Sayyed, dan mantan Menteri Luar Negeri Fawzi Salloukh.

Selanjutnya, Senator Republik Ted Cruz dan Lee Zeldin juga mengajukan RUU untuk memerangi Hizbullah dan menahan 20 persen dari bantuan militer AS untuk tentara Lebanon.

Dari rekomendasi tersebut, sanksi tidak akan diberikan jika Presiden Lebanon, Michel Aoun dapat membuktikan bahwa ia mengambil langkah yang diperlukan untuk mengakhiri pengaruh Hizbullah dan Iran atas tentara Lebanon.

Ledakan di Pelabuhan Beirut sendiri memicu banyak spekulasi. Kelalaian atas 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan membuat publik menuding pemerintah telah melakukan korupsi.

Kelalaian pemerintah hingga terjadi malapetaka membuat Perdana Menteri Hassan Diab dan sejumlah menterinya mengundurkan diri.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13