Survei: Kamala Harris-Joe Biden Berpeluang 71 Persen Kalahkan Donald Trump-Mike Pence

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden dan wakilnya, Kamala Harris/Net

Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden memiliki peluang 71 persen untuk mengalahkan petahana, Donald Trump setelah memilih Senator California, Kamala Harris sebagai wakilnya.

Demikian hasil jajak pendapat yang dirilis oleh FiveThirtyEight pada Rabu (12/8). Itu merupakan data pertama yang dikeluarkan oleh lembaga survei sejak Biden mengumumkan Harris sebagai pendampingnya pada Selasa (11/8).

Dengan begitu, Trump hanya memiliki peluang 29 persen untuk memenangkan pemilihan presiden pada November mendatang.

"Meskipun jelas Biden dengan nyaman berada di depan Trump saat ini, namun masih ada banyak waktu untuk memperketat perlombaan," ujar FiveThirtyEight dalam sebuah pernyataannya.

“Tapi tunggu! Haruskah Anda mempercayai jajak pendapat?" tambah lembaga survei tersebut, mengutip The Independent.

“Hillary Clinton memimpin jajak pendapat pemungutan suara pada 2016, bukan? Iya. Tapi Clinton hanya memiliki keuntungan kecil di sebagian besar survei, (sehingga) kemenangan Trump berada dalam kisaran kesalahan pemungutan suara normal," sambungnya.

Saat ini, pemungutan suara pemilu 2020 diteliti dengan sangat cermat, mengingat banyak lembaga survei gagal memproyeksikan kemenangan presiden pada 2016.

Empat tahun lalu, sebagian besar lembaga memberi  Clinton keunggulan yang tampaknya tidak dapat disangkal, sampai hari pemilihan.

Misalnya ahli data FiveThirtyEight, Nate Silver, yang memberi Clinton peluang 71,4 persen untuk memenangkan pemilu November 2016 dengan Trump yang hanya 28,6 persen. Angka prediksi ini cukup mirip dengan Biden dan Trump sekarang.

Walau begitu, sekitar tiga bulan menjelang hari pemilihan, para pakar memperkirakan Biden akan mendepak Trump dari Gedung Putih lantaran buruknya penanganan wabah Covid-19 di AS. Di sebagian besar negara bagian, Trump tampak tertinggal dari Biden.

Kejatuhan Trump juga mulai terlihat dari gelagatnya yang beberapa waktu lalu berusaha untuk menunda tanggal pemilihan, meski langsung dibantah oleh Gedung Putih.

"Kami akan mengadakan pemilihan pada 3 November dan presiden akan menang," kata kepala staf Gedung Putih, Mark Meadows.

Biden dan Harris sendiri membuat penampilan perdana mereka sebagai pasangan pada Rabu di Wilmington, Delaware. Pasangan tersebut menyampaikan pidato, beberapa hari sebelum pengukuhan pencalonan presiden dan wakilnya dalam konvensi nasional Partai Demokrat.

Sementara itu, konvensi nasional Partai Republik akan digelar beberapa pekan setelahnya untuk mengukuhkan Trump dan wakilnya, Mike Pence, dalam pencalonan.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31