Tidak Heran Rusia Bisa Kebut Pembuatan Vaksin Covid-19 Pertama Di Dunia, Ini Alasannya

Vaksin Covid-19 buatan Rusia didaftarkan pada 11 Agustus lalu/RT

Rusia membuat geger dunia pada awal pekan ini setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa negaranya berhasil membuat vaksin Covid-19 pada Selasa (11/8). Vaksin yang disebut dengan Sputnik V itu kini sedang dalam tahap pendaftaran.

Pengumuman itu jelas membawa angin segar tersendiri di tengah pandemik Covid-19 yang saat ini masih sulit dikendalikan penularannya. Bahkan tidak lama setelah pengumuman itu, setidaknya ada 20 negara yang berminat untuk membeli vaksin Covid-19 buatan Rusia.

Meski begitu, di sisi lain, suara sumbang soal hadirnya vaksin itu tidak dapat dihentikan. Apalagi, Rusia tampak seperti melakukan "operasi senyap", tidak banyak kabar sebelumnya soal proses pengembangan vaksin Covid-19, namun tiba-tiba hadir dengan pengumuman vaksin Covid-19 pertama di dunia.

"Saya pikir itu sangat menakutkan. Ini benar-benar berisiko," kata direktur Institut Keamanan Vaksin di Universitas Johns Hopkins, kata Daniel Salmon ketika berkomentar soal vaksin Covid-19 buatan Rusia, seperti dimuat New York Times.

Benarkah demikian?

Untuk memahami hal tersebut lebih lanjut agaknya lebih baik untuk mengenal lebih dekat soal bagaimana proses pembuatan vaksin Covid-19 tersebut.
 
Kepala Pusat Penelitian Nasional Gamaleya untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi, tempat vaksin itu dikembangkan, yakni Profesor Victor Zuyev menjelaskan bahwa vaksin tersebut bisa dibuat dengan cepat berkat profesionalisme pengembangannya.

Selain itu, vaksin itu juga dikembangkan oleh para profesional berpengalaman yang juga berperan dalam pengerjaan vaksin melawan virus Ebola.

Dia menjelaskan bahwa nama "Sputnik V" dipilih untuk menjadi nama vaksin itu sebagai bentuk penghormatan pada satelit Soviet pertama.

"Tidak ada yang mengejutkan. Mereka membuat vaksin ini pada platform yang sama dengan Ebola, itulah mengapa vaksin ini dibuat begitu cepat," katanya dalam percakapan dengan saluran 360, seperti dikabarkan ulang Russia Today berbahasa Spanyol pekan ini.

Prof. Zuyev menekankan bahwa vaksin itu dibuat bukan hanya sekedar "cepat" tapi juga dengan mempertimbangkan keamanan dan kemanjuran.

"Vaksin ini aman, yang terutama dibutuhkan dari sebuah vaksin, dan kedua, efektif," tekannya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa vaksin tersebut akan diproduksi dalam dua platform, pertama oleh Pusat Penelitian Nasional Gamaleya untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi dan perusahaan Binnofarm.

Awal pekan ini, Putin menjelaskan bahwa vaksinasi penduduk harus dilakukan secara eksklusif atas dasar sukarela. Dia juga berharap bahwa produksi massal vaksin tersebut akan segera dimulai.

Pada saat yang sama, Kementerian Kesehatan Rusia mengindikasikan bahwa pemberian vaksin dalam dua tahap memungkinkan terciptanya kekebalan jangka panjang yang dapat bertahan hingga dua tahun.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13