Dalih Cegah Penyebaran Covid-19 Ribuan Migran Ethiopia Di Yaman Diusir Paksa Pasukan Houthi

Warga Ethiopia yang mencari suaka di Yaman/Net

Sebuah laporan yang dirilis oleh Human Rights Watch (HRW) menjelaskan penderitaan para migran Ethiopia di Yaman utara yang telah diusir secara paksa dalam jumlah ribuan oleh pasukan Houthi dengan dalih tindakan pencegahan Covid-19.

HRW juga meyakini ada puluhan migran yang telah terbunuh akibat banyak dari mereka yang ditembak mati oleh petugas perbatasan Saudi saat mencoba melarikan diri. Sementara ratusan korban selamat diyakini telah melarikan diri ke daerah perbatasan pegunungan.

HRW mendengar bahwa setelah beberapa hari tanpa makanan atau air, pejabat Saudi mengizinkan ratusan orang memasuki kerajaan tetapi kemudian secara sewenang-wenang menahan mereka di fasilitas yang tidak sehat dan kejam. Ratusan migran Ethiopia, termasuk anak-anak masih terdampar di wilayah perbatasan pegunungan.

Berdasarkan wawancara dengan 19 migran pada bulan Juni dan Juli, HRW mengungkap bahwa pada atau sekitar 16 April, pejuang Houthi berseragam militer hijau menangkap ribuan warga Ethiopia dari pemukiman migran tidak resmi di Al-Ghar di provinsi Saada. Mereka kemudian dibawa ke perbatasan Saudi, dan yang mencoba melarikan diri kemudian ditembaki. Saksi mata mengatakan pejuang Houthi menuduh bahwa para migran adalah pembawa virus corona dan harus meninggalkan Al-Ghar.

"Pengabaian mematikan Houthi dan pasukan Saudi telah menunjukkan warga sipil selama konflik bersenjata Yaman diputar ulang pada bulan April dengan migran Ethiopia di perbatasan Yaman-Saudi," kata Nadia Hardman, peneliti hak-hak pengungsi dan migran HRW, seperti dikutip dari Memo, Kamis (13/8).

"Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa perlu turun tangan untuk mengatasi ancaman langsung terhadap para migran Ethiopia dan mendesak pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan pelanggaran lainnya."

HRW mendesak pihak berwenang Houthi untuk menyelidiki dan mengadili para komandan dan pejuang yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan pengusiran paksa terhadap para migran Ethiopia. Mereka juga meminta pemerintah Saudi untuk melakukan penyelidikannya sendiri terhadap penembakan ilegal terhadap para migran oleh penjaga perbatasan. Ia juga meminta Saudi untuk membebaskan anak-anak dan wanita hamil dan menyusui yang ditahan di pusat penahanan.

"Ratusan bahkan ribuan migran Ethiopia sekarang mendekam di pusat penahanan kumuh di Arab Saudi atau tetap terdampar di perbatasan," kata Hardman. "Perserikatan Bangsa-Bangsa perlu bekerja dengan Saudi dan Ethiopia untuk membantu pemulangan sukarela warga Ethiopia yang ditahan atau masih terdampar di perbatasan."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55