Pro-Kontra Normalisasi Hubungan Israel-UEA, Hamas: Menusuk Rakyat Palestina Dari Belakang

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Normalisasi hubungan diplomatik Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) telah menciptakan gelombang pro dan kontra di antara negara-negara dan berbagai pihak di dunia.

Palestina, berdasarkan pernyataan dari Presiden Mahmoud Abbas, mengutuk kesepakatan yang disebut dengan Abraham Accord tersebut pada Kamis (13/8).

Hal yang sama juga digaungkan oleh Hamas yang menyebut kesepakatan tersebut merupakan upaya "menusuk rakyat Palestina dari belakang".

Dalam pernyataannya yang dikutip Sputnik, Iran mencatat, UEA telah membuat kesalahan strategis dengan melakukan normalisasi hubungan bersama Israel.

"Pendekatan baru UEA untuk menormalkan hubungan dengan Israel yang palsu dan kriminal tidak menjaga perdamaian dan keamanan, tetapi melayani kejahatan Zionis yang sedang berlangsung," ujar penasihat senior jurubicara parlemen Iran, Hossein Amir Abdollahian.

"Perilaku Abu Dhabi tidak memiliki pembenaran, berbalik pada perjuangan Palestina. Dengan kesalahan strategis itu, UEA akan dilanda dalam api Zionisme," sambungnya.

Ketidaksepakatan juga digaungkan oleh Menteri Luar Negeri Yaman, Mohammed al-Hadrami.

"Posisi kami di Republik Yaman akan tetap konsisten dan tidak akan berubah terkait perjuangan Palestina dan hak-hak persaudarannya yang tidak dapat dicabut, yaitu pembentukan negara merdeka dengan Al Quds Al Sharif sebagai ibukotanya," ujar al-Hadrami dalam sebuah pernyataan.

Kendati begitu, beberapa negara Eropa, termasuk Mesir, menyambut baik kesepakatan tersebut.

Presiden Mesir bahkan memuji kesepakatan tersebut dengan memujinya sebagai upaya untuk mencapai kemakmuran dan stabilitas kawasan.

Austria menyebut kesepakatan tersebut adalah tanda kemenangan Timur Tengah.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, keputusan tersebut adalah sebuah kabar baik.

"Saya sangat berharap bahwa aneksasi tidak dilanjutkan di Tepi Barat dan kesepakatan hari ini untuk menangguhkan rencana tersebut merupakan langkah yang disambut baik dalam perjalanan menuju Timur Tengah yang lebih damai," katanya, mengutip The Independent.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres juga menyambut kesepakatan tersebut dengan mengatakannya sebagai upaya untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengunggah pernyataan bersama antara dirinya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Wakil Panglima Tertinggi UEA, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Di dalam pernyataan bersama tersebut, Israel dan UEA sepakat untuk melakukan normalisasi hubungan diplomatik. Israel juga sepakat untuk menangguhkan rencana aneksasi Tepi Barat.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13