Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Calon Wakil Presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris/Net

Presiden Amerika Serikat (AS) ikut mempertanyakan kelayakan calon wakil presiden (cawapres) Kamala Harris, setelah seorang profesor hukum menyebutnya tidak memenuhi syarat sebagai pendamping Joe Biden.

Harris merupakan perempuan kulit hitam dan keturunan Asia pertama yang mendapatkan tiket cawapres dalam sejarah AS.

Namun, sebuah artikel tulisan profesor hukum John Eastman yang diunggah di Newsweek beberapa waktu lalu menyebut, ada beberapa hal yang harus disoroti dalam pencalonan Harris.

"Fakta bahwa Senator Kamala Harris baru saja ditunjuk sebagai cawapres untuk calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mempertanyakan kelayakannya untuk posisi itu," tulis Profesor Eastman.

Mengutip Amandemen ke-12, Eastman mengatakan, tidak ada orang yang secara konstitusional tidak memenuhi syarat untuk jabatan presiden yang berhak untuk menjabat sebagai wakil presiden AS.

Sementara berdasarkan Pasal II Konstitusi disebutkan tidak ada orang kecuali warga negara yang lahir alami yang akan memenuhi syarat untuk jabatan presiden.

Berdasarkan aturan tersebut, Harris dianggap tidak memenuhi persyatan karena ayahnya saat ini merupakan warga negara Jamaika dan ibunya berasal dari India serta bukan warga negara AS.

Harris sendiri dinaturalisasi ketika lahir pada 1964.

"Hal itu, menurut para komentator, membuatnya bukan 'warga negara yang lahir alami', dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk jabatan presiden dan, karenanya, tidak memenuhi syarat untuk jabatan wakil presiden," lanjut Eastman.

Menanggapi artikel tersebut, Trump memberikan komentarnya selama briefing media di Gedung Putih pada Kamis (13/8), mengutip NZ Herald.

"Saya baru saja mendengarnya. Saya mendengarnya hari ini, bahwa dia tidak memenuhi persyaratan," kata Trump

"Dan omong-omong, pengacara yang menulis artikel itu adalah pengacara yang sangat berkualitas dan sangat berbakat," sambungnya.

Trump mengatakan, akan sangat serius jika apa yang disampaikan oleh Eastman benar adanya.

"Saya tidak tahu apakah itu benar. Saya akan berasumsi bahwa Demokrat akan memeriksanya sebelum dia dipilih untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Tapi itu sangat serius. Maksudmu, mereka bilang dia tidak memenuhi syarat karena dia tidak lahir di negara ini?" ujar Trump yang kemudian ditimpali seorang reporter.

 "Tidak, dia lahir di negara ini, tetapi orang tuanya tidak. Klaim mengatakan orang tuanya tidak menerima tempat tinggal permanen mereka pada saat itu," seorang reporter memberitahunya.

“Iya, saya tidak tahu, saya baru dengar. Nanti saya lihat,” jawab Trump.

Harris sendiri lahir di Oakland, California. Berdasarkan hukum, siapapun yang lahir di AS adalah warga negara, dan karenanya memenuhi syarat untuk menjadi presiden.

"Semua orang yang lahir atau dinaturalisasi di Amerika Serikat, dan tunduk pada yurisdiksinya, adalah warga negara Amerika Serikat," bunyi Amandemen ke-14 Konstitusi AS.

Walau begitu, salah satu penasihat kampanye Trump, Jenna Ellis mengatakan kelayakan Harris adalah pertanyaan terbuka dan harus dijawab oleh Senator California tersebut agar rakyat Amerika tahu pasti.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13