Aplikasi WeChat Di AS Malah Booming Jelang Berlakunya Larangan

Ilustrasi/Net

Sebuah laporan dari Sensor Tower mengatakan  banyak pengguna baru WeChat di AS yang berbondong-bondong menginstal aplikasi obrolan tersebut setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melarang aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan China Tencent.

Para pengguna menginstal aplikasi tersebut sebelum itu benar-benar hilang dari toko aplikasi. Yang lainnya, terutama di China, mencari alternatif lain seperti aplikasi obrolan Signal Private Mesenger yang dimiliki oleh perusahaan nirlaba Signal Foundation.

Menurut data yang dimiliki Sensor Tower, unduhan aplikasi WeChat di Amerika Serikat rata-rata naik 41 persen dalam enam hari dari minggu sebelum larangan AS diumumkan Kamis lalu. Sementara unduhan aplikasi Signal di toko aplikasi AS dan China secara terpisah melonjak sebesar 30 dan 90 persen.

“Tidak hanya alternatif seperti WhatsApp dan Telegram yang secara resmi telah diblokir di China, Signal memiliki keunggulan inheren karena dienkripsi dengan kuat,” kata Stephanie Chan, Ahli Strategi Wawasan Seluler di Menara Sensor, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/8).

Data Sensor Tower juga menunjukkan pengguna WeChat juga telah beralih ke aplikasi obrolan milik Tencent lainnya, QQ, karena larangan tersebut tidak secara khusus mencakup produk ini. Unduhannya di Amerika Serikat telah tiga kali lipat dalam seminggu terakhir.

Beberapa imigran dan ekspatriat China khawatir kehilangan akses ke WeChat dan dapat memutuskan kontak dengan keluarga dan teman di China, di mana sebagian besar aplikasi perpesanan instan AS termasuk Facebook, Whatsapp, dan Telegram telah diblokir oleh Great Firewall pemerintah China.

Tidak jelas bagaimana pemerintah dapat menerapkan larangan WeChat pada pertengahan September mendatang. Kemungkinan dengan memerintahkan Google dan Apple untuk menghapus WeChat dari toko aplikasi mereka, atau memerintahkan aplikasi untuk berhenti menawarkan akses atau pembaruan kepada pengguna AS.

Beberapa pengguna mengatakan bahwa mereka berencana mengakses WeChat di Amerika Serikat menggunakan jaringan virtu pribadi (VPN), alat yang umum digunakan orang-orang di China untuk menyembunyikan alamat IP guna menghindari pembatasan pemerintah.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13