Trump Serang Kamala Harris Lewat Teori Konspirasi, Tim Joe Biden: Dia Membodohi Diri Sendiri

Tim kampanye Joe Biden menyerang balik Donald Trump setelah melayangkan teori konspirasi yang menyerang Kamala Harris/BBC

Tim kampanye calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden mengeluarkan tanggapan pedas setelah pesaingnya, yang merupakan calon petahana dari Partai Republik, Donlad Trump "menyerang" pendamping Biden dalam pilpres 2020, Kamala Harris, melalui teori konspirasi.

Sebelumnya pada pekan ini, Trump mengatakan bahwa dia telah "mendengar" bahwa Harris tidak memenuhi syarat untuk menjabat sebagai wakil presiden Amerika Serikat. Hal itu terkait dengan asal-usul serta latar belakang Harris.

Tudingan Trump tersebut kerap disebut dengan teori "birther". Ini sebenarnya bukan kali pertama Trump menyerang pesaingnya dengan menyoroti latar belakangnya. Sebelumnya, dia juga pernah melayangkan tudingan serupa ke mantarn Presiden Amerika Serikat Barack Obama.  

Namun teori terbaru Trump kepada Harris dibantah keras oleh para ahli konstitusi.

Seorang profesor hukum di Universitas Northwestern, Juliet Sorensen menjelaskan bahwa untuk menjadi wakil presiden atau presiden di Amerika Serikat, Harris harus menjadi warga negara yang lahir secara alami, setidaknya 35 tahun, dan menjadi penduduk di Amerika Serikat setidaknya selama 14 tahun.

Harris sendiri lahir dari ayah Jamaika dan ibu India di Oakland, California, pada 20 Oktober 1964. Karena itu, dia memenuhi syarat untuk menjabat sebagai presiden atau wakil presiden.

Sementara itu, Cornell Legal Information Institute menjelaskan bahwa siapapun yang lahir di Amerika Serikat dan tunduk pada yurisdiksinya adalah warga negara yang lahir alami, terlepas dari kewarganegaraan orang tua mereka.

Menanggapi teori konspirasi yang dilemparkan Trump tersebut, tim kampanye Biden berang dan menyebut bahwa komentar Trump itu menyedihkan.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kampanye Biden menilai bahwa teori tersebut tidak lebih dari sebuah omong kosong yang juga pernah dilemparkan kepada Obama.

"Donald Trump adalah pemimpin nasional dari gerakan 'birther' rasis yang aneh sehubungan dengan Presiden Obama dan telah berusaha untuk memicu rasisme dan menghancurkan bangsa kita pada setiap hari masa kepresidenannya," jelas juru bicara tersebut seperti dikabarkan BBC.

"Jadi tidak mengherankan, tetapi tidak kalah menjijikkan, bahwa ketika Trump membodohi dirinya sendiri yang berusaha mengalihkan perhatian orang-orang Amerika dari korban mengerikan dari tanggapan virus corona yang gagal sehingga kampanyenya dan sekutu mereka akan menggunakan kebohongan yang menyedihkan, terbukti salah dalam kebohongan dan keputusasaan mereka yang menyedihkan," sambungnya.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31