Puluhan Anak Rusia Berhasil Dievakuasi Dari Suriah

Komisaris Hak Anak Rusia, Anna Kuznetsova/Net

Kementrian Pertahanan Rusia berhasil mengevakuasi sebanyak 26 anak-anak dari Suriah pada Senin malam (17/8) waktu setempat. Mereka diangkut oleh  pesawat Kementerian Pertahanan Rusia.

Komisaris Hak Anak Rusia, Anna Kuznetsova, mengatakan anak-anak itu akan dikarantina sebelum dipulangkan kepada kerabat mereka.  

"Anak-anak itu akan ditempatkan di karantina selama 14 hari sesuai dengan aturan yang diberlakukan sehubungan dengan pandemik virus corona, dan kemudian akan dipindahkan ke kerabat mereka," kata Kuznetsova kepada media di Moskow, seperti dikutip dari AA, Selasa (18/8).

Sebagian besar anak ditemukan di panti asuhan dan penjara di Damaskus, kata Kuznetsova. Dengan bantuan komisaris presiden Rusia, mereka semua dapat  dibawa pulang.

Ini adalah penerbangan evakuasi pertama Kementerian Pertahanan Rusia setelah jeda di tengah pembatasan karena wabah virus corona.

Lebih dari 122 anak diperkirakan akan diangkut ke Rusia dari Suriah dalam empat penerbangan. Penerbangan sebelumnya berlangsung pada Februari tepat sebelum penutupan perbatasan karena pandemik virus corona.

Sejak Desember 2018, tujuh penerbangan, yakni empat dari Irak dan tiga dari Suriah telah berhasil memulangkan 156 anak-anak asal Rusia.

Warga dari banyak negara, termasuk dari Rusia dan negara-negara bekas Soviet, bertempur di pihak Daesh di Suriah dan Irak membawa serta istri dan anak-anak mereka.  Setelah kekalahan Daesh, beberapa anak menjadi yatim piatu dan dikirim ke panti asuhan, sementara yang lain ditempatkan di kamp pengungsian dan penjara bersama ibu mereka.

Nasib warga negara ketiga yang pergi berperang di pihak militan di Suriah dan Irak tetap menjadi salah satu masalah kemanusiaan paling akut yang diwarisi setelah berakhirnya perang dengan ISIS.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01
Jepang Dalam Mode Siaga Tinggi, Temukan Kasus Varian Baru Tanpa Riwayat Perjalanan Ke Inggris
Dunia

Jepang Dalam Mode Siaga Ting..

19 Januari 2021 13:26
Klaim Tak Punya Kasus Virus Corona, Turkmenistan Jadi Negara Asia Tengah Pertama Yang Daftarkan Vaksin Rusia
Dunia

Klaim Tak Punya Kasus Virus ..

19 Januari 2021 13:22
Imbauan Carrie Lam: Sebaran Covid-19 Tidak Berhubungan Dengan Ras Atau Etnis
Dunia

Imbauan Carrie Lam: Sebaran ..

19 Januari 2021 13:04
Tidak Bijak Bagi Joe Biden Untuk Mengubur Pencapaian Manis Donald Trump Atas Korea Utara
Dunia

Tidak Bijak Bagi Joe Biden U..

19 Januari 2021 12:38
Pemilu Palestina, PM Mohammed Shtayyeh Minta Uni Eropa Kirim Pengamat Independen
Dunia

Pemilu Palestina, PM Mohamme..

19 Januari 2021 12:15
Kecewa Dengan UE, Kosovo Putuskan Untuk Ambil Sikap Dalam Waktu Dekat
Dunia

Kecewa Dengan UE, Kosovo Put..

19 Januari 2021 11:49
Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan
Dunia

Jepang: Tuntutan Kompensasi ..

19 Januari 2021 11:37