Recharge Kekuatan, Iran Luncurkan Dua Rudal Terbaru Martir Haj Qassem Dan Martir Abu Mahdi

Ilustrasi/Net

Tepat di Hari Pertahanan Nasional yang jatuh pada Kamis (20/8) Iran resmi luncurkan dua rudal jarak jauh produksi dalam negeri mereka.

Kedua rudal baru tersebut diciptakan untuk memberi penghargaan kepada mantan kepala Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Qassem Soleimani, dan mantan wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak, Abu Mahdi Al-Muhandis yang tewas dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad pada awal tahun 2020.

Kedua rudal tersebut masing-masing bernama 'Martir Haj Qassem' yang merupakan rudal balistik dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer, sedangkan yang satunya bernama 'Martir Abu Mahdi Al-Muhandis', berupa rudal jelajah yang mampu mencapai 1.000 kilometer.

Selama peluncuran rudal yang disiarkan langsung di TV pemerintah, Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami mengatakan bahwa peluncuran kedua rudal tersebut menggambarkan kemandirian militer negara itu.

"Prestasi negara dalam industri pertahanan selama empat dekade terakhir tidak sebanding dengan periode lainnya. Ini adalah dasar kemandirian militer dan suatu keharusan untuk [mempertahankan] kemerdekaan negara," ungkapnya, seperti dikutip dari Memo, Kamis (20/8).

Kantor berita Mehr melaporkan bahwa rudal Haj Qassem adalah bagian dari keluarga rudal Fateh-110 yang merupakan peningkatan yang signifikan dari rudal balistik Zolfaghar yang sebelumnya  memiliki jangkauan 700 kilometer.

Dalam pidatonya, Hatami juga menyatakan bahwa jet latih buatan dalam negeri Iran yang dijuluki Yasin, A-90 dan Fajr-3 sedang menjalani tes terakhir dan akan segera masuk skuad. Dia mengatakan bahwa Iran telah memulai produksi massal mesin turbojet asli pertamanya, yang dijuluki Owj, yang diluncurkan pada 2016.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Israel pekan lalu mengumumkan telah meluncurkan sistem pertahanan misil Arrow-2 untuk melawan serangan balistik jarak jauh yang dikatakan mampu menangkis serangan dari Iran, Lebanon, dan Gaza. Setelah pengujian yang berhasil, Menteri Pertahanan Benny Gantz berkata: "Unit teknologi elit kami memastikan bahwa kami akan selalu selangkah lebih maju dari musuh kami."

Menyusul perjanjian perdamaian UEA   dengan Israel, yang dikutuk oleh Teheran dan digambarkan sebagai kesalahan besar oleh Presiden Rouhani, seorang analis keamanan Dr Theodore Karasik, mengatakan kepada  Arab News  bahwa rudal Iran dapat menghantam UEA hanya dalam waktu delapan menit.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20