100 Orang Tewas Dalam Banjir Bandang Afghanistan, Presiden Ashraf Ghani Kirim Bantuan Darurat

Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani/Net

Petugas penyelamat Afghanistan terus mencari orang-orang yang mungkin selamat dari bencana banjir bandang yang menewaskan sedikitnya 100 orang dan menghancurkan lebih dari 500 tempat tinggal di Kota Charikar, di utara Ibukota Kabul, pada Rabu (26/8).

Kementerian penanganan bencana Afghanistan mengatakan 100 orang lainnya mengalami cedera akibat bencana banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kota semalam suntuk. Pejabat dan saksi mata mengatakan banyak anak termasuk di antara yang tewas.

"Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah memerintahkan bantuan darurat untuk dikirim ke Charikar," kata istana presiden dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (26/8).

Mohamed Qasim, seorang petani berusia 45 tahun dari kota itu mengatakan bahwa 11 anggota keluarganya tewas dalam banjir tersebut.

Tumpukan batu dari bangunan yang hancur tersebar di seluruh kota. Lumpur,  puing-puing, dan mobil-mobil yang terbalik juga telah menghalangi akses jalan.

Juru bicara Gubernur Parwan, Waheeda Shahkar mengatakan lebih dari 500 rumah telah hancur akibat terjangan banjir tersebut.

Di beberapa bagian kota, warga yang gelisah berkumpul untuk melihat apakah ada kerabat yang akan berhasil diselamatkan dari reruntuhan oleh petugas penyelamat yang menggunakan alat berat.

Banyak orang berdiri di atas atap saat hujan terus melanda kota, memegangi barang-barang mereka yang telah diselamatkan.

"Saya sendirian saat banjir melanda. Saya meraih jendela dan menahannya selama dua jam sampai tetangga datang untuk menyelamatkan saya. Saya kehilangan segalanya, perhiasan, uang, dan semua properti saya." kata Hamida, salah seorang korban yang berusia 70 tahun.

Kementerian Penanggulangan Bencana juga mengatakan, banjir bandang juga dilaporkan di provinsi lain termasuk Nangarhar, Panjshir, Wardak, Loghar, Paktika dan Kapisa tetapi tidak ada laporan korban jiwa.

Setiap tahun hujan deras dan banjir bandang telah membunuh banyak orang di Afghanistan. Banyak rumah yang dibangun dengan buruk, kebanyakan di daerah pedesaan, berisiko runtuh selama hujan di negara miskin itu.

Awal bulan ini, 16 orang, termasuk 15 anak-anak, tewas dan puluhan rumah hancur ketika banjir bandang melanda sebuah desa di provinsi timur Nangarhar.

Hujan lebat juga telah menimbulkan malapetaka di negara tetangga Pakistan. Pihak berwenang di kota selatan Karachi melaporkan 30 kematian selama tiga minggu terakhir dari insiden terkait banjir, termasuk luka-luka dari bangunan yang runtuh, tenggelam dan sengatan listrik.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pasca Pembunuhan Samuel Paty, Prancis Akan Menindak Postingan Berisi Identitas Pribadi
Dunia

Pasca Pembunuhan Samuel Paty..

24 Oktober 2020 06:50
Pemilu Bolivia: Luis Arce Raih Kemenangan Telak Dengan 55 Persen Suara
Dunia

Pemilu Bolivia: Luis Arce Ra..

24 Oktober 2020 06:35
Konflik Laut Mediterania, Bisakah Rusia Dapat Untung Dari Pertengkaran Turki-Yunani?
Dunia

Konflik Laut Mediterania, Bi..

24 Oktober 2020 05:41
Iran Kepada Armenia Dan Azerbaijan: Tidak Ada Toleransi Serangan Di Perbatasan
Dunia

Iran Kepada Armenia Dan Azer..

23 Oktober 2020 19:42
Tolak Kehadiran Militer China, Warga Kamboja Gelar Aksi Protes Dekat Kedutaan
Dunia

Tolak Kehadiran Militer Chin..

23 Oktober 2020 16:40
Hasil Pemilu Berujung Kerusuhan Berdarah, Sekjen PBB Minta Semua Pihak Di Guinea Tetap Tenang
Dunia

Hasil Pemilu Berujung Kerusu..

23 Oktober 2020 16:04
Kremlin: Presiden Putin Sudah Melakukan Segala Hal Untuk Mendamaikan Armenia Dan Azerbaijan
Dunia

Kremlin: Presiden Putin Suda..

23 Oktober 2020 15:14
Balas Serangan Roket Hamas, Israel Bombardir Situs Pembuatan Senjata Di Jalur Gaza
Dunia

Balas Serangan Roket Hamas, ..

23 Oktober 2020 14:45