The Klaxon: China Dan Pakistan Lakukan Eksperimen Patogen Mematikan Untuk Perang Biologi, Termasuk Virus Corona?

Ilustrasi/Net

Sebuah media investigasi berbasis di Australia, The Klaxon mengungkap tim ilmuwan dari Institut Virologi Wuhan  dan Pakistan telah melakukan eksperimen berbahaya selama lima tahun.

Berdasarkan laporan yang ditulis oleh Anthony Klan dan dirilis di The Klaxon pada Selasa (25/8), para ilmuwan Wuhan telah mengembangkan penelitian patogen mematikan di Pakistan dengan berkedok Belt and Road Initiative (BRI).

Bulan lalu, sebuah perjanjian tiga tahun rahasia antara China dan Pakistan terungkap. Perjanjian tersebut berisi perluasan potensi kemampuan perang biologis.

Bahkan, hasil dari lima studi yang dilakukan oleh ilmuwan Wuhan dan Pakistan telah diterbitkan dalam makalah ilmiah, masing-masing melibatkan "deteksi dan karakterisasi" dari "patogen zoonosis".

Lima studi tersebut diterbitkan antara Desember 2017 hingga 9 Maret 2020 dan tampaknya mendahului pengumuman program bio militer Wuhan-Pakistan yang baru.

Penelitian tersebut terdiri dari eksperimen dan sekuensing genom dari West Nile Virus, MERS-Coronavirus, Crimean-Congo Hemorrhagic Fever Virus, the Thrombocytopenia Syndrome Virus, dan Chikungunya Virus.

"Saat ini, tidak ada obat atau vaksin untuk patogen ini, beberapa di antaranya dianggap paling mematikan dan paling menular di dunia," tulis Klan.

Penelitian dilakukan dengan sampel darah dari ribuan pria, wanita dan anak-anak Pakistan, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil dan bekerja dekat dengan hewan.

Mengutip sumber intelijen yang sangat kredibel, Klan mengatakan, bulan lalu China melalui Institut Virologi Wuhan, sedang menguji agen biologis yang mematikan di Pakistan dan memberikan pelatihan ekstensif tentang manipulasi patogen dan bio-informatika kepada ilmuwan Pakistan.

Berkenaan dengan kesepakatan rahasia yang ditandatangani antara militer Pakistan dan China untuk melakukan penelitian dalam "penyakit menular yang muncul" dan "pengendalian biologis penyakit menular", ada kekhawatiran utama bahwa Islamabad dapat menggunakan teknologi tersebut dalam perang biologis atau patogen mematikan dapat lolos secara tidak sengaja dari fasilitas yang tidak memadai.

Setiap penelitian yang dilakukan didukung dengan International Cooperation on Key Technologies of Biosafety berdasarkan kerja sama China-Pakistan Economic Corridor (CPEC).

CPEC sendiri merupakan komponen utama dari proyek infrastruktur besar-besaran BRI China yang diumumkan pada 2015.

Sementara, BRI telah banyak dikritik sebagai tabir untuk ekspansi kolonial China, meninggalkan negara-negara berkembang dengan utang dalam jumlah besar, sehingga memungkinkan Beijing untuk mengerahkan pengaruhnya atas mereka.

Saat ini, baik China dan Pakistan mengecam tuduhan tersebut. Namun Islamabad tampaknya mengonfirmasi adanya perjanjian antara militer Pakistan dan laboratorium Wuhan. Kendati begitu, tidak diketahui di mana keduanya melakukan penelitian.

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Peringati Satu Tahun Lockdown, China Rilis Film Days And Night In Wuhan
Dunia

Peringati Satu Tahun Lockdow..

23 Januari 2021 07:51
Gadis 10 Tahun Mencekik Lehernya Sendiri Hingga Tewas, Setelah Ikut 'Blackout Challenge' Di TikTok
Dunia

Gadis 10 Tahun Mencekik Lehe..

23 Januari 2021 07:30
Menlu Saudi Optimis Hubungan Arab-AS Di Bawah Pemerintahan Joe Biden Berjalan Baik
Dunia

Menlu Saudi Optimis Hubungan..

23 Januari 2021 07:11
Xi Jinping Sebut Korupsi Masih Jadi Beban Terbesar Pemerintahannya
Dunia

Xi Jinping Sebut Korupsi Mas..

23 Januari 2021 06:51
Lloyd Austin, Orang Kulit Hitam Pertama Yang Terpilih Jadi Kepala Pentagon
Dunia

Lloyd Austin, Orang Kulit Hi..

23 Januari 2021 06:35
Raih Total 65 Juta Unduhan, Aplikasi Perpesanan Buatan Turki BiP Siap Hadang Popularitas WhatsApp
Dunia

Raih Total 65 Juta Unduhan, ..

23 Januari 2021 06:14
Bagi-bagi Vaksin, India Kirim 1,5 Juta Dosis Untuk Myanmar
Dunia

Bagi-bagi Vaksin, India Kiri..

22 Januari 2021 18:04
15 Tahun Mendekam Di Penjara Israel, Narapidana Palestina Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin Virus Corona
Dunia

15 Tahun Mendekam Di Penjara..

22 Januari 2021 17:37