Hizbullah Siap Balas Kematian Tentaranya Yang Dibunuh Israel, Nasrallah: Tunggu Waktunya

Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah/Net

Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan akan membalas kematian salah satu pejuangnya yang terbunuh dalam serangan yang dilakukan oleh Israel di Suriah, dan itu hanya tinggal menunggu waktu saja.

Israel dan Hizbullah, yang didukung Iran, terakhir kali berperang pada tahun 2006. Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon semakin tinggi setelah gerakan Syiah mengatakan salah satu anggotanya tewas dalam serangan udara Israel pada Juli lalu di Suriah.

“Israel perlu memahami bahwa ketika mereka membunuh salah satu mujahidin kami, kami akan membunuh salah satu tentara mereka. Ini persamaannya,” kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari Memo, Minggu (30/8).

“Kami tidak akan terlibat dalam baku tembak karena inilah yang diinginkan Israel. Mereka tahu bahwa kami tidak mencari pencapaian publisitas, tetapi kami mencari tentara untuk dibunuh dan mereka menyembunyikannya seperti tikus,” lanjut Nasrallah.

Awal pekan ini, militer Israel menyerang sebuah pos Hizbullah untuk membalas sebuah tembakan yang mereka sebut dilepaskan ke pasukan di Israel. Namun, tuduhan Israel tersebut dibantah Nasrallah pada hari Minggu (30/8). Bulan lalu, Israel juga mengatakan kelompok Hizbullah telah melakukan upaya infiltrasi yang lagi-lagi dibantahnya.

“Hizbullah tidak akan terlibat dalam bentrokan yang akan menyia-nyiakan darah para martir,” kata Nasrallah.

Setelah dua anggota Hizbullah tewas di Damaskus pada tahun 2019, Nasrallah bersumpah bahwa kelompok itu akan menanggapi jika Israel membunuh lebih banyak lagi pejuang Hizbullah di Suriah, di mana mereka dikerahkan sebagai bagian dari upaya yang didukung Iran untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang yang meluas akibat protes anti-pemerintah tahun 2011.

Dalam beberapa bulan terakhir Israel telah meningkatkan serangan di Suriah. Sebuah sumber intelijen Barat menyebut tindakan Israel itu sebagai perang bayangan yang disetujui oleh Washington, yang telah merusak kekuatan militer Iran di wilayah tersebut tanpa memicu peningkatan besar dalam permusuhan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Luis Arce Menang Pemilu, Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Tinggalkan Argentina Menuju Venezuela
Dunia

Luis Arce Menang Pemilu, Man..

24 Oktober 2020 11:56
Diduga Kunjungi Restoran Di Tengah Pandemi Dan Langgar Aturan Yang Dibuatnya, Menkes Ceko Terancam Dipecat
Dunia

Diduga Kunjungi Restoran Di ..

24 Oktober 2020 11:11
Kelompok Yahudi Di AS Terpecah Karena Normalisasi Sudan-Israel, Dewan Demokratik: Ini  Alat Politik Trump
Dunia

Kelompok Yahudi Di AS Terpec..

24 Oktober 2020 10:39
Fauci: Trump Belum Menghadiri Pertemuan Gugus Tugas Virus Corona Gedung Putih Dalam Beberapa Bulan
Dunia

Fauci: Trump Belum Menghadir..

24 Oktober 2020 10:03
Mengapa Pelosi Mendesak Agar Berhati-hati Terhadap Pernyataan Tentang Pemilu AS Yang Dikeluarkan Intelijen?
Dunia

Mengapa Pelosi Mendesak Agar..

24 Oktober 2020 09:21
Ada Ancaman Teroris Dan Penculikan, Kedubes AS Di Turki Tangguhkan Layanan Visa
Dunia

Ada Ancaman Teroris Dan Penc..

24 Oktober 2020 08:56
Meskipun Tertinggal Di Belakang China, India Berpotensi Menjadi Negara Kuat
Dunia

Meskipun Tertinggal Di Belak..

24 Oktober 2020 07:48
Normalisasi Hubungan Sudan-Israel, Netanyahu Senang Palestina Meradang
Dunia

Normalisasi Hubungan Sudan-I..

24 Oktober 2020 07:34