Presiden Vucic Tidak Ingin Ada Donald Trump Dalam Pertemuan Serbia-Kosovo Di Gedung Putih

Presiden Serbia Aleksandar Vucic/Net

Dalam beberapa hari ke depan, para pemimpin Serbia dan Kosovo akan melakukan pertemuan di Gedung Putih seperti yang telah disepakati. Namun, semakin dekat hari menuju pertemuan itu, beredar informasi yang simpang siur dan kontradiktif dari kedua belah pihak.

Terutama menyangkut soal apa yang sebenarnya akan dibahas pada pertemuan itu, yang dikatakan bahwa pertemuan itu akan membahas soal ekonomi dan infrastruktur.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic menduga bahwa akan ada kejutan dengan rencana kemunculan Presiden AS Donald Trump, yang secara tidak resmi dilaporkan akan bertemu dengan Vucic dan Perdana Menteri Kosovo Avdulah Hoti dalam pertemuan tersebut.

Analis dan diplomat mencermati bisa saja Trump ikut serta dalam pertemuan itu (suatu hal yang tidak pernah dibicarakan sebelumnya), jika Beograd dan Pristina menyepakati sesuatu yang sangat penting dalam pertemuan itu. Seperti dikutip dari N1, Minggu (30/8), Trump ingin bertemu dengan kedua pemimpin itu sebagai tanda keberhasilan kebijakan luar negerinya di tengah kampanye yang memanas menjelang pemilihan presiden pada November di AS.

Berbicara kepada Pink TV, Vucic mengatakan jika benar Trump akan muncul dalam pertemuan itu, maka ia akan menolaknya dan tidak ingin ada Trump. Situasi seperti itu akan membuatnya menjadi "Presiden Serbia pertama yang ditawari pertemuan bilateral dengan Presiden AS dan Presiden Serbia pertama yang menolaknya."
Uni Eropa, yang memfasilitasi dialog Serbia-Kosovo tentang normalisasi hubungan sejak 2013, menyambut baik upaya AS untuk membantu mencari solusi melalui pembicaraan tentang ekonomi.'

Beberapa sumber mengatakan Washington saat ini tengah mengambil alih masalah politik dari Brussel, membuat para pejabat di Uni Eropa 'mengangkat alisnya'.

Menurut Hoti, keberhasilan dialog hanya bisa terjadi karena saling pengakuan antara Kosovo dan Serbia, yang menurut Serbia itu tidak akan pernah terjadi.

Vucic telah menolak untuk mengungkapkan apa rencananya untuk penyelesaian perselisihan tersebut. Vucic hanya mengatakan dia akan melakukan segalanya untuk melindungi kepentingan negara.

Di sisi lain, rencana Kosovo jelas dan lugas dengan Hoti mengklaim pengakuan timbal balik telah menjadi satu-satunya topik dalam semua pertemuan yang dia lakukan dengan perwakilan Serbia.

"Selama semua pertemuan yang telah saya ikuti dan yang akan kami lakukan dengan perwakilan Serbia, satu-satunya masalah adalah adanya saling pengakuan," kata Hoti merujuk pada kejahatan kemanusiaan dalam perang kemerdekaan Servia-Kosovo.

"Segala sesuatu yang telah dibicarakan bertujuan untuk mencapai kesepakatan tentang saling pengakuan, tanpa menjatuhkan Kosovo," kata Hoti, pada Sabtu (29/8) malam.

Menanggapi Hoti, kepala Kantor Pemerintah Serbia untuk Kosovo, Marko Djuric,  menuduh Hoti telah berusaha 'menipu publik'.

Djuric mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan orang-orang Gedung Putih yang mengonfirmasi bahwa rencana tersebut sebenarnya akan fokus pada topik ekonomi saja.

Namun begitu, dia juga tidak bisa memungkiri bahwa bisa saja ada 'beberapa kejutan' seperti yang dikatakan Vucic. Sejauh ini Serbia akan melakukan segalanya untuk menjaga kepentingan nasional berdasarkan Konstitusi dan akan bekerja untuk memperluas kerjasama ekonomi.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02