Beda Pandangan Tangguhkan Dan Hentikan Soal Aneksasi Tepi Barat, Apakah Sebuah Kesengajaan UEA?

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu; Presiden Amerika Serikat, Donald Trump; dan Putra Mahkota UEA, Mohammed bin Zayed/Net

Terjadi perbedaan pendapat antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel terkait dengan aneksasi Tepi Barat yang menjadi salah satu prasyarat dalam normalisasi hubungan keduanya.

Berdasarkan pernyataan trilateral berbahasa Inggris antara UEA-Israel-Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Senin (31/8), normalisasi hubungan akan menangguhkan rencana aneksasi Tepi Barat.

Namun dalam pernyataan versi berbahasa Arab, kesepakatan tersebut membuat rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel dihentikan.

Tak ayal perbedaan tersebut langsung disoroti oleh warga Palestina, melansir Reuters, Kamis (3/9).

"Bandingkan diri Anda dengan dua versi, penangguhan perpanjangan kedaulatan, bukan penghentian aneksasi tanah Palestina," cuit Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebesan Palestina (PLO), Saeb Erekat.

Menurut seorang pejabat senior PLO, perbedaan tersebut tampak disengaja sebagai upaya "lidah bercabang" untuk mempengaruhi opini publik di dunia Arab.

“Saya tidak berpikir ini adalah masalah penerjemahan, saya pikir ini adalah cara yang tidak jujur ​​untuk mencoba memanipulasi wacana,” katanya.

Kendati begitu, Kepala Perencanaan Kebijakan dan Kerja Sama Internasional Kementerian Luar Negeri UEA, Jamal Al-Musharakh mengatakan, perbedaan tersebut hanyalah masalah terjemahan.

"Jika ada yang bisa mengetahui sinonim yang lebih baik daripada 'Eeqaf' (berhenti) untuk 'menangguhkan', tolong beritahu saya," ujarnya kepada wartawan.

"Salah satu prasyarat dimulainya hubungan bilateral adalah penghentian aneksasi," sambungnya tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Selama ini, UEA telah menggambarkan kesepakatan damai dengan Israel sebagai upayanya untuk menghentikan rencana aneksasi Tepi Barat yang akan dilakukan oleh Israel.

Sementara itu, setelah pengumuman normalisasi pada 13 Agustus, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, tidak ada perubahan dalam rencana aneksasi Tepi Baratl.

"Tidak ada perubahan dalam rencana saya untuk menerapkan kedaulatan di Yudea dan Samaria, dalam koordinasi penuh dengan Amerika Serikat. Saya berkomitmen, itu tidak berubah," ujar Netanyahu kepada rakyatnya dalam bahasa Ibrani.

Menggemakan pernyataan Netanyahu, pada Rabu (2/9), jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan kesepakatan dengan UEA hanya akan menangguhkan deklarasi kedaulatan mereka.

"Sebagai hasil dari terobosan diplomatik ini Israel akan menangguhkan deklarasi kedaulatan atas wilayah-wilayah yang digariskan dalam Visi Presiden untuk Perdamaian," ujar jurubicara tersebut.

Sedangkan dari sisi AS sebagai mediator, Gedung Putih menyatakan tidak bertanggung jawab atas terjemahan komunike dalam bahasa Arab.

"Kata menangguhkan dipilih hati-hati oleh semua pihak. 'Tangguhkan' menurut definisi, artinya penghentian sementara. Sekarang tidak ada tapi tidak selamanya," ujar Dutabesar AS untuk Israel, David Friedman.

Selama kunjungannya ke UEA, penasihat Gedung Putih sekaligus menantu Trump, Jared Kushner juga menggunakan kata "menangguhkan" dan bukan "menghentikan".

"Israel telah setuju untuk menangguhkan aneksasi tersebut, untuk menangguhkan penerapan hukum Israel di daerah tersebut untuk sementara waktu," katanya.

“Tapi di masa depan ini adalah diskusi yang saya yakin akan dilakukan. Tapi tidak dalam waktu dekat," sambungnya.

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Indonesia Raih Finalis Human City Design Award 2020 Di Korsel
Dunia

Indonesia Raih Finalis Human..

08 Maret 2021 17:48
KDCA: Tak Ada Hubungan Antara Vaksinasi Dan Kasus Kematian Setelah Divaksin
Dunia

KDCA: Tak Ada Hubungan Antar..

08 Maret 2021 15:53
Hari Perempuan Internasional, Perempuan Myanmar Turun Ke Jalan Lawan Kudeta
Dunia

Hari Perempuan Internasional..

08 Maret 2021 15:17
Pangeran Harry Merasa Terjebak Dengan Kerajaan Hingga Bertemu Meghan Markle
Dunia

Pangeran Harry Merasa Terjeb..

08 Maret 2021 14:27
AS Minta Turki Jadi Tuan Rumah Dialog Perdamaian Intra-Afghan
Dunia

AS Minta Turki Jadi Tuan Rum..

08 Maret 2021 13:33
Finlandia: Skema Pengadaan Vaksin Kolektif Uni Eropa Hambat Program Vaksinasi
Dunia

Finlandia: Skema Pengadaan V..

08 Maret 2021 13:08
Korsel Sepakat Tambah Biaya Konstribusi Pasukan AS
Dunia

Korsel Sepakat Tambah Biaya ..

08 Maret 2021 12:41
China Siapkan Pusat Vaksinasi Untuk Suntik Warganya Di Luar Negeri
Dunia

China Siapkan Pusat Vaksinas..

08 Maret 2021 11:45