Pengamat: China Ingin Ubah Wuhan Dari Pusat Virus Corona Jadi Korban Yang Pertama Pulih

Seorang kakek di Wuhan mengenakan masker ketika pandemi Covid-19/Net

China tengah gencar mengubah citra Kota Wuhan setelah menjadi pusat penyebaran virus corona di dunia. Beijing tampaknya ingin membuat Wuhan seakan "terlahir kembali".

Para pejabat China saat ini berusaha untuk menyebar keraguan mengenai asal muasal virus corona dari kota tersebut. Mereka mencoba menggeser Wuhan sebagai korban Covid-19 yang berhasil pulih, bahkan ketika sejumlah negara besar tengah berjuang habis-habisan.

"Saar ini, ada beberapa tempat di dunia, di mana Anda tidak memerlukan masker dan dapat berkumpul," ujar seorang pejabat China, Lin Songtian menyiratkan tempat tersebut adalah Wuhan.

"Ini membuktikan kemenangan Wuhan atas virus dan bahwa kota tersebut kembali berbisnis," sambungnya, melansir AFP.

Satu pekan yang lalu, Wuhan telah membuka kembali sekolah-sekolah. Kota di Provinsi Hubei tersebut juga menjamu belasan eksekutif perusahaan multinasional, mulai dari Panasonic, Dow, hingga Nokia.

Seorang analis Asia dari Eurasia Group, Kelsey Broderick mengatakan, Beijing tampak ingin mengubah narasi dengan menghilangkan fakta bahwa pasar makanan laut di Wuhan diyakini sebagai titik pertama penyebaran pandemi.

Alih-alih, mereka menekankan keberhasilan Wuhan dalam menangani wabah dan menjadi yang pertama pulih.

"Beijing menginginkan narasinya menjadi, 'Kami menanganinya, kami dapat membantu Anda menanganinya dan (mudah-mudahan) kami yang pertama memiliki vaksin yang berhasil'," ujar dia.

"Itu benar-benar satu-satunya cara China untuk dapat keluar sebelum gagasan pasar basah di Wuhan yang memulai krisis ini," sambungnya.

Upaya perubahan citra Wuhan itu juga ditunjukkan dengan tur tiga hari yang dilakukan oleh pemerintah dengan menyertakan outlet media asing ke kota tersebut.

Tur tersebut menampilkan opera siswa sekolah dasar, renovasi pasar Wuhan, hingga wisata di tepi Sungai Yangtze.

Menurut Direktur Pusat Kebijakan China Universitas Nasional Australia, Yun Jiang, upaya Beijing tersebut juga diuntungkan dengan buruknya penanganan wabah di Amerika Serikat (AS).

"Fakta bahwa AS tidak hanya tidak berbuat cukup, tetapi sebenarnya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan Amerika, merupakan bantuan besar bagi China," katanya.

Pada awal pandemi Covid-19, kota berpenduduk 11 juta orang tersebut lumpuh karena pemerintah menerapkan isolasi selama berminggu-minggu. Sebanyak 80 persen dari kematian akibat Covid-19 di China berasal dari Wuhan.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27