Turki Mendesak Kosovo Agar Tidak Membuka Kedutaan Besar di Yerusalem

Yerisalem, salah satu kota tertua di dunia, terletak di dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utama—Yudaisme, Kekristenan, dan Islam. Baik orang Israel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka

Turki mengingatkan Kosovo agar tidak tergesa-gesa memutuskan membuka kantor kedutaannya di Yerusalem. Sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Kosovo dari Serbia pada 2008, Turki jelas merasa kecewa dengan langkah Kosovo itu.

Bagi Turki, keputusan itu akan merusak resolusi PBB dan merugikan perjuangan Palestina. Pendirian kantor kedutaan itu merupakan bentuk pengakuan negara berpenduduk mayoritas muslim itu bahwa Yerusalem ibu kota Israel.

Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya mengatakan agar Kosovo menahan langkahnya yang dapat merusak masa depan negara itu sendiri.

"Kami menyerukan kepada kepemimpinan Kosovo untuk mematuhi keputusan [PBB] ini untuk menahan diri dari langkah-langkah yang akan merusak status historis dan hukum Yerusalem," ujar pernyataan itu, dan menambahkan bahwa langkah tergesa-gesa itu dapat membuat Kosovo sulit untuk diakui oleh negara-negara lain di masa depan.

Pernyataan tersebut mengutip berbagai resolusi PBB yang menekankan bahwa masalah Palestina hanya dapat diselesaikan dengan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan bersebelahan secara geografis dengan ibukotanya di Yerusalem Timur berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967.

Sementara status Yerusalem masih diperebutkan sesuai hukum internasional. Keputusan mengenai pembagian wilayah Yerusalem harus sesuai perundingan damai Israel dan Palestina, bukan diakui secara sepihak.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Jumat (4.9), Kosovo dan Serbia telah menandatangani kesepakaran normalisasi ekonomi. Hasil dari kesepakatan itu juga membahas Kosovo yang akan mendirikan kantor misinya di Yerusalem dan sebagai gantinya Kosovo akan mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari Israel.

Turki juga ikut keprihatinannya atas keputusan Serbia yang akan memindahkan kedutaan bearnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejauh ini hanya dua negara yang telah membuka kedutaan besar di Yerusalem, yaitu Amerika Serikat dan Guatemala.

Palestina sendiri sangat menentang langkah Kosovo dan Serbia.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Bagi-bagi Vaksin, India Kirim 1,5 Juta Dosis Untuk Myanmar
Dunia

Bagi-bagi Vaksin, India Kiri..

22 Januari 2021 18:04
15 Tahun Mendekam Di Penjara Israel, Narapidana Palestina Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin Virus Corona
Dunia

15 Tahun Mendekam Di Penjara..

22 Januari 2021 17:37
Sekian Lama Bertahan, Hong Kong Akhirnya Bersiap Lockdown Ribuan Warga Karena Virus Corona
Dunia

Sekian Lama Bertahan, Hong K..

22 Januari 2021 17:13
Empat Pejabat Tinggi Irak Dicopot Usai Serangan Bom Kembar Di Baghdad
Dunia

Empat Pejabat Tinggi Irak Di..

22 Januari 2021 17:09
Petugas Krematorium Jerman: Masih Banyak Yang  Anggap Remeh Corona, Padahal Sudah Ratusan Peti Mati Di Sini
Dunia

Petugas Krematorium Jerman: ..

22 Januari 2021 16:34
Tombol Merah Ajaib Trump Sudah Tidak Ada Lagi Di Meja Presiden Biden
Dunia

Tombol Merah Ajaib Trump Sud..

22 Januari 2021 16:16
Rapper Top AS Lil Wayne Ungkap Terima Kasih Kepada Donald Trump Atas Pengampunannya
Dunia

Rapper Top AS Lil Wayne Ungk..

22 Januari 2021 16:05
PBB Adopsi Resolusi Baru Untuk Perangi Sektarianisme Dan Lindungi Situs Suci
Dunia

PBB Adopsi Resolusi Baru Unt..

22 Januari 2021 15:46