Dubes Esti: Italia Terus Berkomitmen Bantu Diplomasi Sawit Indonesia Di Uni Eropa

Kelapa sawit/Net

Diplomasi sawit Indonesia di Uni Eropa terus dilakukan. Semua perwakilan Indonesia di sana selalu mencoba meluruskan pandangan negatif mengenai sawit yang selama ini dikampanyekan dengan tidak bertanggung jawab.

Duta Besar RI di Roma, Esti Andayani salah satunya. Dubes perempuan pertama untuk Italia tersebut mengungkap diplomasi sawit yang selalu digalangnya, baik pada individu, perusahaan, maupun negara tempat ia bertugas.

"Italia, terus teang mereka masih terus beli minyak sawit kita untuk produksi-produksi yang ada di sini. Khususnya coklat," terang diplomat senior yang sudah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri sejak 1984 tersebut.

Berbicara dalam diskusi virtual RMOL World View bertajuk "Uji Coba Solidaritas Uni Eropa", Esti mengatakan pihaknya terus mempromosikan sawit dan menolak black campaign terkait dengan perusakan lingkungan.

Kedutaan Besar RI di Roma bahkan menggandeng universitas dan sejumlah organisasi non-pemerintah di Italia untuk menolak kampanye negatif tersebut dengan serangkaian penelitian.

Ia menututkan, pihaknya pernah mengirim para peneliti di Italia ke Jambi untuk melakukan penelitian terkait perkebunan sawit.

"Penelitian (itu) menunjukkan, ternyata kita itu sustainable, kemudian memberikan banyak pekerjaan untuk ekonomi skala kecil," jelasnya.

"Mereka lihat sendiri," tambahnya merujuk pada para peneliti.

Selain berkontribusi pada ekonomi menengah ke bawah, perkebunan sawit juga menghasilkan pembangunan sekolah hingga fasilitas kesehatan.

Kendati begitu, Esti mengatakan, Uni Eropa saat ini masih memakai data sebelum 2015. Di mana setelah itu, Indonesia sudah memilliki Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Standard.

Hal tersebut berisi komitmen Indonesia untuk tidak lagi melakukan pembukaan hutan untuk perkebunan sawit seperti yang dituduhkan blok tersebut.

"Hal-hal yang dikaitkan dengan lingkungan hidup itu sekarang lebih kaya hoax dari kenyataannya," ujarnya.

Sayangnya, Esti mengatakan, Uni Eropa tidak mengakui ISPO standar tersebut meski aturan-aturannya sudah serupa dengan standar yang dikeluarkan di sana.

Untuk itu, Esti selalu mengingatkan Italia untuk terus mendukung Indonesia dalam setiap peluang meski mereka pun harus mematuhi aturan dari Uni Eropa.

"Jadi standar itu yang kita perjuangkan untuk kepada para pebisnis dan pemerintah," papar Esti.

"Kami di sini selalu mengingatkan Italia sebagai salah satu founding fathers Uni Eropa untuk selalu mendukung dan mereka umumnya mengupayakan mendukung kita," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pasca Pembunuhan Samuel Paty, Prancis Akan Menindak Postingan Berisi Identitas Pribadi
Dunia

Pasca Pembunuhan Samuel Paty..

24 Oktober 2020 06:50
Pemilu Bolivia: Luis Arce Raih Kemenangan Telak Dengan 55 Persen Suara
Dunia

Pemilu Bolivia: Luis Arce Ra..

24 Oktober 2020 06:35
Konflik Laut Mediterania, Bisakah Rusia Dapat Untung Dari Pertengkaran Turki-Yunani?
Dunia

Konflik Laut Mediterania, Bi..

24 Oktober 2020 05:41
Iran Kepada Armenia Dan Azerbaijan: Tidak Ada Toleransi Serangan Di Perbatasan
Dunia

Iran Kepada Armenia Dan Azer..

23 Oktober 2020 19:42
Tolak Kehadiran Militer China, Warga Kamboja Gelar Aksi Protes Dekat Kedutaan
Dunia

Tolak Kehadiran Militer Chin..

23 Oktober 2020 16:40
Hasil Pemilu Berujung Kerusuhan Berdarah, Sekjen PBB Minta Semua Pihak Di Guinea Tetap Tenang
Dunia

Hasil Pemilu Berujung Kerusu..

23 Oktober 2020 16:04
Kremlin: Presiden Putin Sudah Melakukan Segala Hal Untuk Mendamaikan Armenia Dan Azerbaijan
Dunia

Kremlin: Presiden Putin Suda..

23 Oktober 2020 15:14
Balas Serangan Roket Hamas, Israel Bombardir Situs Pembuatan Senjata Di Jalur Gaza
Dunia

Balas Serangan Roket Hamas, ..

23 Oktober 2020 14:45