Cari Suaka, 12 Warga Hong Kong Ditangkap Oleh Otoritas China Saat Berlayar Ke Taiwan

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam/Net

Otoritas China menangkap 12 orang warga Hong Kong saat mereka berlayar untuk mencari suaka politik ke Taiwan.

Dari laporan media lokal, sebuah kapal di lepas pantai Provinsi Guangdong dihentikan pada 23 Agustus ketika berlayar menuju Taiwan. Kapal tersebut berisi orang-orang yang hendak mencari suaka politik.

Otoritas menyebut, mereka akan diadili di China daratan atas tindakannya. Namun, Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam pada Selasa (8/9) menegaskan akan memberikan bantuan.

“Pertanyaannya bukanlah tentang mendapatkan (mereka) kembali,” kata Lam dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters.

"Jika penduduk Hong Kong ini ditangkap karena melanggar pelanggaran daratan maka mereka harus ditangani sesuai dengan hukum daratan dan sesuai dengan yurisdiksi sebelum hal lain dapat terjadi," sambungnya.

Walau begitu, Lam menambahkan, pihaknya memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan pada penduduk Hong Kong yang terjebak dalam segala macam situasi di luar negeri.

Dalam hal ini, ia mengatakan, kantor perwakilan pemerintah di Guangzhou, ibukota Guangdong, akan mencari cara untuk memberikan bantuan dan bekerja sama dengan otoritas daratan.

Senin (7/9), dilaporkan AFP, pengacara yang mewakili para pencari suaka tersebut telah ditolak aksesnya oleh otoritas daratan.

Sejauh ini, baik otoritas China daratan maupun Hong Kong belum secara terbuka mengonfirmasi siapa yang telah ditangkap, tetapi media lokal telah mengidentifikasi beberapa dari mereka menghadapi tuntutan karena terlibat dalam protes pro-demokrasi tahun lalu.

Beberapa di antara mereka adalah Andy Li dan seorang seorang warga negara ganda Hong Kong-Portugis.

Penjaga Pantai Guangdong, yang mengumumkan penangkapan itu di platform media sosialnya pada 26 Agustus, mengatakan dua dari mereka yang ditahan itu bermarga Li dan Tang, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Belum diketahui tuduhan apa yang akan mereka hadapi.

Sejak 30 Juni, Beijing telah memberlakukan UU keamanan nasional di Hong Kong yang dianggap sebagai langkah China daratan untuk memperketat kendali di kota tersebut.

UU tersebut berfungsi untuk menindak kejahatan berbau separtisme, subversi, terorisme, hingga campur tangan asing. Pada kritikus menyebut, UU tersebut telah mengikis otonomi khusus yang diberikan pada Hong Kong.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36