Seribu Visa Warga Tiongkok Dicabut Pemerintah AS Atas Perintah Donald Trump Terkait Spionase

Presiden AS Donald Trump/Net

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada Rabu (9/9) bahwa negaranya telah mencabut lebih dari seribu visa pelajar dan peneliti China di bawah perintah Presiden Donald Trump yang menuduh beberapa dari mereka melakukan spionase.

Departemen Luar Negeri mengeluarkan angka pertamanya tentang efek perintah Trump, mereka mengatakan bahwa lebih dari seribu visa telah dicabut sejak mulai menerapkan proklamasi pada 1 Juni.

"Mahasiswa pascasarjana dan peneliti berisiko tinggi yang dibuat tidak memenuhi syarat di bawah proklamasi ini mewakili sebagian kecil dari jumlah total mahasiswa dan cendekiawan China yang datang ke Amerika Serikat," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, seperti dikutip dari AFP, Kamis (10/9).

"Kami terus menyambut mahasiswa dan sarjana sah dari China yang tidak melanjutkan tujuan Partai Komunis China untuk mendominasi militer," katanya.

Departemen Luar Negeri menolak memberikan rincian visa siapa yang telah dicabut, dengan alasan undang-undang privasi.

Trump, dalam proklamasinya 29 Mei lalu, ketika ketegangan meningkat dengan Beijing di berbagai bidang, menyatakan bahwa beberapa warga negara Tiongkok yang secara resmi berada di Amerika Serikat untuk belajar telah mencuri kekayaan intelektual dan membantu memodernisasi militer Tiongkok.

Ada hampir 370 ribu siswa dari China yang terdaftar di universitas AS pada 2018-2019 menjadi paling banyak di antara negara mana pun, menawarkan sumber pendapatan yang menguntungkan bagi lembaga-lembaga yang sekarang menghadapi tekanan yang meningkat dari pandemik virus corona.

Beberapa aktivis Asia-Amerika telah memperingatkan bahwa perintah Trump menciptakan iklim kecurigaan di kampus, otu ditandai dengan mahasiswa keturunan Asia yang harus menghadapi pertanyaan tidak berdasar tentang niat mereka.

Tetapi para pejabat AS mengatakan jumlah kasus spionase yang melibatkan China telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya bersama oleh Beijing.

Pejabat AS menuduh China berusaha mencuri penelitian universitas tentang Covid-19, alasan yang dikutip untuk penutupan konsulat China pemerintahan Trump di Houston pada bulan Juni lalu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11