Tokoh Intelektual Abel Prieto: Blokade AS Halangi Upaya Kuba Lawan Pandemik Covid-19

Tokoh intelektual Kuba Abel Prieto/Net

Tokoh intelektual Kuba Abel Prieto mengecam dampak tindakan blokade AS terhadap perjuangan negaranya melawan Covid-19, dan menuduh neoliberalisme atas kejahatan sosial yang diperburuk selama pandemik.

Prieto menjelaskan bahwa pengetatan blokade ekonomi, komersial, dan keuangan yang dilakukan AS, membuat Kuba kehilangan akses ke input dan sumber daya yang diperlukan untuk melawan pandemik.

Dia juga menilai ada upaya hegemoni media massa untuk menyembunyikan dan memecah kebenaran Kuba dan tindakannya dalam mengekang epidemi di negara itu, serta solidaritasnya dengan negara lain.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Dialog Virtual UNESCO yang menganalisis dampak dan tantangan Covid-19 di Amerika Latin dan Karibia pada Kamis (10/9).

Presiden Casa de las Americas itu mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir pemerintah Amerika Serikat telah memperketat blokade terhadap Kuba dan telah menekan beberapa pemerintah di kawasan untuk menghindari kerja sama tenaga kesehatan Kuba, yang telah memberikan bantuan mereka di lebih dari 40 negara, berbeda dengan negara lain yang memandang penyakit ini sebagai bisnis yang menguntungkan, seperti dikutip dari ACN, Jumat (11/9).

Dia menyoroti laporan situs web Kementerian Luar Negeri Kuba, bahwa pandemik telah menunjukkan celah-celah neoliberalisme yang dalam, sebuah model yang selama beberapa dekade dipertahankan oleh para elit sebagai teladan, meskipun dalam asal-usulnya telah memperburuk ketidaksetaraan, kemiskinan, pengucilan dan efek perubahan iklim.

Mantan Menteri Kebudayaan itu juga menyatakan bahwa pandemik telah memperkuat kerugian seni dan budaya kreasi populer dibandingkan dengan model yang dipromosikan oleh monopoli besar yang mendukung dan memperbanyak penyebaran produk komersial.

Demikian pula, perwakilan Kuba itu menganggap sulit untuk membayangkan dunia pasca-pandemik yang serupa dengan yang sebelumnya dan menegaskan bahwa perlu untuk membangun ekonomi dan masyarakat yang lebih inklusif, sebuah kriteria yang juga dimiliki oleh intelektual lain di kawasan.

Terkait pelaksanaan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, ia mengatakan semua pihak perlu bekerja dengan tekad yang lebih besar guna mencapai tujuan yang ambisius tersebut.

Poin penting dari intervensi presiden Casa de las Américas itu juga difokuskan pada peran yang dimainkan lembaga pendidikan dalam pembentukan generasi baru, yang harus dapat diakses dan gratis untuk semua jenjang pendidikan.

"Kami yakin bahwa satu-satunya keselamatan bagi rakyat kami, di dunia pasca-pandemik yang kami impikan, adalah dalam persatuan," katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Indonesia Raih Finalis Human City Design Award 2020 Di Korsel
Dunia

Indonesia Raih Finalis Human..

08 Maret 2021 17:48
KDCA: Tak Ada Hubungan Antara Vaksinasi Dan Kasus Kematian Setelah Divaksin
Dunia

KDCA: Tak Ada Hubungan Antar..

08 Maret 2021 15:53
Hari Perempuan Internasional, Perempuan Myanmar Turun Ke Jalan Lawan Kudeta
Dunia

Hari Perempuan Internasional..

08 Maret 2021 15:17
Pangeran Harry Merasa Terjebak Dengan Kerajaan Hingga Bertemu Meghan Markle
Dunia

Pangeran Harry Merasa Terjeb..

08 Maret 2021 14:27
AS Minta Turki Jadi Tuan Rumah Dialog Perdamaian Intra-Afghan
Dunia

AS Minta Turki Jadi Tuan Rum..

08 Maret 2021 13:33
Finlandia: Skema Pengadaan Vaksin Kolektif Uni Eropa Hambat Program Vaksinasi
Dunia

Finlandia: Skema Pengadaan V..

08 Maret 2021 13:08
Korsel Sepakat Tambah Biaya Konstribusi Pasukan AS
Dunia

Korsel Sepakat Tambah Biaya ..

08 Maret 2021 12:41
China Siapkan Pusat Vaksinasi Untuk Suntik Warganya Di Luar Negeri
Dunia

China Siapkan Pusat Vaksinas..

08 Maret 2021 11:45