Jaga Jarak Dengan Juan Guaido, Lima Partai Oposisi Memilih Maju Dalam Pemilu Venezuela

Lima pemimpin partai oposisi di Venezuela mengumumkan bahwa mereka memilih untuk ambil bagian dalam pemilu Desember mendatang/Telesur

Pemimpin oposis Venezuela Juan Guaido agaknya kehilangan dukungan dari rekan-rekannya sesama oposisi.

Betapa tidak, Guaido beberapa waktu belakangan kerap lantang mengatakan bahwa dia akan memboikot pemilu legislatif Venezuela yang akan dilangsungkan pada Desember mendatang. Dia bahkan secara terang-terangan meminta angkatan bersenjata untuk memboikot pemilu tersebut.

Bukan hanya itu, Guaido juga mengklaim bahwa sederet tokoh oposisi terkemuka lainnya juga satu suara dengan seruannya untuk memboikot pemilu tersebut karena kurangnya transparansi.

Namun, tampaknya tidak semua oposisi sepakat dengan seruan Guaido itu. Beberapa di antara bahkan memilih untuk menjaga jarak dengan Guaido.

Setidaknya hal itu terlihat dari apa yang dilakukan oleh lima pemimpin partai oposisi Venezuela yang tergabung dalam Aliansi Demokratik. Mereka justru memilih untuk maju dalam pemilu Desember mendatang.

"Kami akan mengambil bagian dalam pemilihan dengan menjaga persatuan. Kami menentang mencapai kemenangan dengan jalan pintas yang keras," kata presiden partai oposisi, Hope for the Change, yakni Javier Bertucci.

Dia dan empat rekannya dari partai oposisi lain memilih untuk tetap maju dalam pemilu legislatif 6 Desember mendatang.

Bertucci mengakui bahwa untuk mencapai persatuan bukanlah hal yang mudah, namun bukan mustahil untuk dilakukan.

"Lebih baik berjuang dengan suara daripada dengan abstain, seperti yang diserukan oleh Guaido," jelas Bertucci, seperti dimuat jaringan media Telusur yang berbasis di Caracas.

Untuk diketahui bahwa Guaido lantang menyuarakan boikot untuk pemilu mendatang lantaran pada Juli lalu, pengadilan Venezuela menangguhkan kepemimpinan partai politik Juan Guaido, yakni Voluntad Popular, dan menyerahkan kendali organisasi kepada saingannya, Jose Noriega.

Seakan geram dengan keputusan tersebut, Guaido pun meminta oposisi untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan parlemen mendatang. Namun tidak semua pemimpin oposisi tergugah dengan seruain Guaido.
 
"Kami tidak akan berdiam diri saat kami melepaskan kesempatan ini. Kami akan berjuang dan mencoba untuk menang karena kami mengesampingkan keegoisan dan ambisi kami," demikian Bertucci.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36