Muhammad Najib: Islamophobia Berkembang Karena Tidak Adanya Kekuatan Islam Di Dunia

Pakar politik Islam dan demokrasi, Muhammad Najib/Rep

Munculnya populisme di dunia tampaknya menjadi titik balik dari berkembangnya Islamophobia, bukan hanya di Eropa, namun seluruh penjuru dunia, termasuk negara Islam itu sendiri.

Populisme dapat digambarkan ketika sentimen masyarakat yang dibangun berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kemudian dieksploitasi oleh para politisi untuk mendapatkan target jangka pendek, tetapi mengabaikan konsekuensi jangka panjang.

Pakar politik Islam dan demokrasi, Muhammad Najib mengatakan, situasi tersebut didukung dengan fenomena penggunaan sosial media yang semakin marak dalam 20 tahun akhir. Alhasil, komunikasi masyarakat dari segala status sosial dilakukan tanpa filter yang menimbulkan emosi-emosi tidak terkendali.

Berbicara dalam Pengajian Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertajuk "Islam dan Islamophobia di Eropa" yang digelar pada Jumat malam (11/9), Najib mengingatkan, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Eropa, namun di semua negara dan semua komunitas agama.

"Katakanlah di Amerika yang mayoritas protestan, muncul fenomena rasisme yang luar biasa, termasuk sentimen anti-Islam dan anti kulit hitam sejak Presiden Donald Trump secara terbuka menggunakan narasi-narasi rasis untuk mendapatkan dukungan politik," jelasnya.

Di Israel, kata Najib, fenomena tersebut muncul di tengah umat Yahudi sejak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkuasa. Sentimen yang dibangun pun bukan hanya "anti-Islam" tetapi juga "anti-Arab". Meski sebenarnya banyak dari orang Arab beragama Kristen.

Di New Zealand, dua masjid di Christchuch diserang oleh seseorang yang terpengaruh dengan sentimen Islamophobia, hingga 51 orang meninggal dunia.

Bahkan di kawasan Skandinavia seperti Denmark, Norwegia, hingga Swedia, yang dianggap para pengamat sosial politik sebagai wilayah yang sejahtera muncul penistaan agama dengan adanya fenomena pembakaran Al Quran.

India dengan masyarakat Buddha-nya juga tidak terlepas dari Islamophobia, khususnya setelah Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang digawangi oleh Perdana Menteri Narendra Modi mengambil alih kekuasaan.

Intimidasi terhadap muslim, pengrusakan masjid, hingga kebijakan terhadap Kashmir tampak dilakukan oleh Modi dengan mengeksploitasi sentimen anti-Islam di masyarakat.

"Fenomena di Turki itu contoh yang sangat nyata sekali. Jadi ada upaya mengeksploitasi sentimen ke-Islaman untuk mendapatkan dukungan," sambungnya.

Di Indonesia pun, dia katakan, eksploitasi sentimen itu juga kerap terjadi. Namun, faktor historis dan kultur Islam yang berbeda di Indonesia membuatnya dapat diredam.

"Jadi, tidak ada komunitas agama di dunia yang terbebas dari sentimen Islamophobia," tekan Najib.

Tidak Adanya Kekuatan Islam di Dunia

Tidak adanya kekuatan Islam di dunia dan tidak kuatnya umat muslim saat ini menjadi alasan Islam menjadi target.

"Saya seringkali menunjukkan, mana negara muslim yang memiliki kekuatan politik, ekonomi, sekaligus militer yang disegani? Tidak ada," papar Najib,

"Berbeda dengan Rusia, China, atau Amerika. Kalau mereka melakukan sesuatu, orang segan," imbuhnya.

Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang menjadi wadah bagi negara-negara muslim pun, kata Najib, tidak dapat diandalkan. Mengingat terjadi konflik internal mengenai perbedaan pandangan Islam di antara anggota-anggotanya.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32