Palestina: Kami Harus Melawan Virus Normalisasi Dan Mencegah Penyebarannya

Aksi protes warga Palestina di Jalur Gaza dengan membakar foto-foto pemimpin Bahrain, UEA, Israel, dan Amerika Serikat/Net

Normalisasi hubungan Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) yang diikuti oleh Bahrain telah memantik amarah warga Palestina di Jalur Gaza pada Sabtu (12/9).

Sembari mengenakan masker dan sarung tangan, para warga Palestina membakar foto-foto para pemimpin Bahrain, UEA, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

Foto Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nayhan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden AS Donald Trump dibakar sebagai bentuk protes.

Aksi tersebut dilakukan oleh puluhan warga yang diorganisir oleh kelompok Hamas.

"Kami harus melawan virus normalisasi dan memblokir semua jalurnya sebelum berhasil, untuk mencegah penyebarannya," ujar seorang pejabat Hamas, Maher al-Holy, seperti dikutip Reuters.

Sejak Trump mengumumkan normalisasi hubungan Israel dengan UEA pada 13 Agustus dan Bahrain pada 11 September, Palestina menganggap keputusan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan.

Pasalnya, sesuai dengan Inisiatif Perdamaian Arab, negara-negara Timur Tengah akan melakukan hubungan diplomatik dengan Israel jika ia mengembalikan wilayah pendudukan kepada Palestina dan menerimanya sebagai negara.

Kekhawatiran Palestina dengan melemahnya komitmen negara-negara Arab membuat kelompok-kelompok berselisih di negara tersebut bersatu.

Terlepas dari keretakan politik yang dalam sejak 2007, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang memiliki kekuasaan terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel, dan saingan Hamasnya telah bersatu melawan langkah negara-negara Teluk.

Di Tepi Barat, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mengatakan dorongan diplomatik tidak akan mencapai perdamaian jika konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun tidak diselesaikan terlebih dahulu.

"Perjanjian Bahrain, Israel, Amerika untuk menormalisasi hubungan sekarang menjadi bagian dari paket yang lebih besar di kawasan ini, ini bukan tentang perdamaian, ini bukan tentang hubungan antar negara. Kami menyaksikan aliansi, aliansi militer yang sedang dibuat di wilayah," kata Erekat.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pasca Pembunuhan Samuel Paty, Prancis Akan Menindak Postingan Berisi Identitas Pribadi
Dunia

Pasca Pembunuhan Samuel Paty..

24 Oktober 2020 06:50
Pemilu Bolivia: Luis Arce Raih Kemenangan Telak Dengan 55 Persen Suara
Dunia

Pemilu Bolivia: Luis Arce Ra..

24 Oktober 2020 06:35
Konflik Laut Mediterania, Bisakah Rusia Dapat Untung Dari Pertengkaran Turki-Yunani?
Dunia

Konflik Laut Mediterania, Bi..

24 Oktober 2020 05:41
Iran Kepada Armenia Dan Azerbaijan: Tidak Ada Toleransi Serangan Di Perbatasan
Dunia

Iran Kepada Armenia Dan Azer..

23 Oktober 2020 19:42
Tolak Kehadiran Militer China, Warga Kamboja Gelar Aksi Protes Dekat Kedutaan
Dunia

Tolak Kehadiran Militer Chin..

23 Oktober 2020 16:40
Hasil Pemilu Berujung Kerusuhan Berdarah, Sekjen PBB Minta Semua Pihak Di Guinea Tetap Tenang
Dunia

Hasil Pemilu Berujung Kerusu..

23 Oktober 2020 16:04
Kremlin: Presiden Putin Sudah Melakukan Segala Hal Untuk Mendamaikan Armenia Dan Azerbaijan
Dunia

Kremlin: Presiden Putin Suda..

23 Oktober 2020 15:14
Balas Serangan Roket Hamas, Israel Bombardir Situs Pembuatan Senjata Di Jalur Gaza
Dunia

Balas Serangan Roket Hamas, ..

23 Oktober 2020 14:45