Setelah UEA Dan Bahrain, Israel Cari Jalan Demi Jalin Hubungan Diplomatik Dengan Maroko

Bendera Maroko/Net

Keberhasilan Israel membangun hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain membuatnya semakin semangat untuk melakukan kesepakatan damai bersama negara-negara Arab lain.

Bulan lalu, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai antara Israel dan UEA, penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner mengungkap, ada dua negara Arab yang telah setuju untuk membuka langitnya dengan Israel. Mereka adalah Arab Saudi dan Bahrain.

Sebulan setelahnya, Rabu (9/9), Kushner mengumumkan pembukaan wilayah udara antara Israel dan Bahrain.

"Mereka setuju untuk membuka wilayah udara mereka tidak hanya untuk penerbangan dari Israel ke Uni Emirat Arab dan sebaliknya, tetapi untuk semua perjalanan ke arah timur," kata Kushner, merujuk pada Bahrain dan Arab Saudi.

Beberapa hari setelahnya, Jumat (11/9), Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa menyetujui kesepakatan damai dengan Israel.

Sementara, Arab Saudi telah menyatakan tidak akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sebelum Tel Aviv mengembalikan wilayah Palestina sesuai Inisiatif Perdamaian Arab.

Setelah itu, pada Sabtu (12/9), The Jerusalem Post melaporkan, Israel akan melakukan penerbangan langsung ke Maroko sebagai langkah awal pemerintahan Trump untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

Dengan adanya laporan tersebut, spekulasi Maroko akan menjadi negara selanjutnya yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel semakin mencuat.

Apalagi, pada 15 Agustus atau dua hari setelah pengumuman normalisasi hubungan Israel-UEA, The Times of Israel mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Maroko akan menjadi negara Arab berikutnya yang melakukan normalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

Maroko selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, namun memiliki hubungan pariwisata dan perdagangan. Selain itu, Yahudi Maroko adalah komunitas Yahudi terbesar kedua di Israel, setelah Yahudi Rusia.

Pekan depan, 15 September, Israel, UEA, dan Bahrain sendiri akan menandatangani kesepakatan damai di Gedung Putih, Amerika Serikat.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27