Kembalinya Aksi Rompi Kuning, Gerakan Yang Merongrong Emmanuel Macron

Demonstran rompi kuning membawa spanduk bertuliskan Macron di Penjara dalam unjuk rasa di Lille, Prancis, 5 Januari 2019/Net

Setelah sempat terhenti akibat virus corona dan liburan musim panas, Yellow Vests atau gerakan Rompi Kuning kembali ke jalan-jalan dalam serangkaian protes di Paris dan sejumlah kota Prancis lainnya pada hari Sabtu (12/9) waktu setempat.

Kembalinya kelompok Rompi Kuning berbarengan dengan dimulainya kembali kegiatan di sekolah-sekolah Prancis. Protes Rompi Kuning pertama sejak Maret di Paris dan di beberapa kota provinsi besar merupakan ujian bagi pemerintah di bawah perdana menteri baru, Jean Castex.

Ada ketakutan akan pecahnya kekerasan lagi di Champs-Elysées di mana semua pertemuan telah dilarang. Bagian depan toko telah ditutup dan barikade didirikan meskipun tidak ada protes yang diizinkan secara resmi.

Dari laman Facebook acara tersebut, sebanyak 2.300 orang mengindikasikan bahwa mereka masih berniat untuk ambil bagian dalam rapat umum di Champs-Elysées, dan sebanyak 7.000 orang menunjukkan ketertarikan mereka.

Menurut sumber polisi, 4.000 hingga 5.000 demonstran diperkirakan berada di Paris, termasuk pengunjuk rasa 'blok hitam' yang berpotensi melakukan kekerasan.

Sejauh ini, telah ada dua demonstrasi yang diizinkan untuk digelar di Paris, di lokasi yang berdekatan dengan Champs-Elysees oleh Prefektur Polisi Paris (PPP): satu dari Place de la Bourse, di pusat ibu kota dan yang lainnya dari Place Wagram di barat.

"Tidak ada kehancuran dan kekacauan di Champs-Elysées," kata kepala polisi Didier Lallemant di BFMTV, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (12/9).

Pihak kepolisian menyerukan agar masyarakat tetap tenang, karena aktivitas toko-toko di jalan itu telah sangat terganggu selama aksi demonstrasi yang terjadi sebelumnya, yang dirusak oleh kekerasan dan kehancuran.

Menurut PPP, sudah ada 68 penangkapan di Paris hingga pukul 11 pagi waktu setempat pada hari Sabtu.

Sementara para demonstran juga berencana akan melakukan aksi unjuk rasa di provinsi-provinsi. Menteri Dalam Negeri, Gérald Darmanin, pada hari Jumat mempresentasikan garis besar doktrin baru pemerintah untuk menjaga ketertiban, yang harus memungkinkan untuk menjamin keamanan dan hak untuk berdemonstrasi. 

Mulai Sabtu ini, penegak hukum dan ketertiban akan menggunakan granat pertahanan baru yang disebut GMD, yang dikatakan kurang berbahaya dari yang digunakan sebelumnya dan penggunaannya akan diawasi. Tujuan utama senjata ini adalah untuk memecah kerumunan.

The Yellow Vests, dinamai sesuai dengan jaket visibilitas tinggi berwarna kuning yang mereka kenakan saat melakukan protes setiap Sabtu selama 70 minggu hingga penutupan karena pandemik. Gerakan tersebut muncul pada akhir 2018, dipicu oleh kenaikan pajak bahan bakar, dan berkembang menjadi pemberontakan melawan pemerintah Macron.

Protes besar terakhir mereka adalah pada 14 Maret 2020, menjelang pemilihan kepala daerah di Prancis. Ini hanya tiga hari sebelum negara itu terkunci karena Covid-19. Mereka menentang larangan dari Presiden Macron atas pertemuan massal.

Sudah hampir dua tahun sejak protes Rompi Kuning pertama pada 17 November 2018. Jumlah mereka awalnya melonjak dan kemudian surut. Pertanyaannya sekarang adalah apakah mereka akan bangkit kembali seperti Phoenix dari abu ketika pertikaian sosial tumbuh karena pembatasan Covid.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01
Jepang Dalam Mode Siaga Tinggi, Temukan Kasus Varian Baru Tanpa Riwayat Perjalanan Ke Inggris
Dunia

Jepang Dalam Mode Siaga Ting..

19 Januari 2021 13:26
Klaim Tak Punya Kasus Virus Corona, Turkmenistan Jadi Negara Asia Tengah Pertama Yang Daftarkan Vaksin Rusia
Dunia

Klaim Tak Punya Kasus Virus ..

19 Januari 2021 13:22
Imbauan Carrie Lam: Sebaran Covid-19 Tidak Berhubungan Dengan Ras Atau Etnis
Dunia

Imbauan Carrie Lam: Sebaran ..

19 Januari 2021 13:04
Tidak Bijak Bagi Joe Biden Untuk Mengubur Pencapaian Manis Donald Trump Atas Korea Utara
Dunia

Tidak Bijak Bagi Joe Biden U..

19 Januari 2021 12:38
Pemilu Palestina, PM Mohammed Shtayyeh Minta Uni Eropa Kirim Pengamat Independen
Dunia

Pemilu Palestina, PM Mohamme..

19 Januari 2021 12:15
Kecewa Dengan UE, Kosovo Putuskan Untuk Ambil Sikap Dalam Waktu Dekat
Dunia

Kecewa Dengan UE, Kosovo Put..

19 Januari 2021 11:49
Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan
Dunia

Jepang: Tuntutan Kompensasi ..

19 Januari 2021 11:37