Penistaan Agama Kian Marak, Muslim Swedia Desak Amandemen Konstitusi

Muslim di Swedia menuntut adanya larangan pelecehan agama atau keyakinan/Net

Umat muslim di Swedia menuntut pemerintah untuk mengamandemen undang-undang dengan memasukan aturan larangan mengejek suatu keyakinan atau agama tertentu.

Tuntutan tersebut dilakukan oleh 15 muslim setelah politisi anti-Islam dari Partai Hard Line, Rasmus Paludan merilis tur pembakaran Al Quran di seluruh Swedia. Paludan sendiri memiliki kewarganegaraan Swedia.

"Kami tidak ingin menjadi legal di Swedia untuk membakar kitab suci seperti Al Quran, Alkitab, dan kitab suci Yahudi. Pada saat yang sama harus ada larangan untuk melecehkan berbagai agama," ujar Imam Hussein Farah Warsame kepada Dagens Nyheter

Bulan lalu, Paludan sudah mengumumkan rencana pembakaran Al Quran saat dirinya mengunjungi Swedia pada 28 Agustus. Ia melakukan pembakaran kitab suci umat Islam tersebut di dekat sebuah masjid di daerah padat imigran Rosegard, di Malmo, Swedia.

Selama ini, dimuat Anadolu Agency pada Minggu (13/9), Kota Malmo dijuluki sebagai "Ghetto Swedia". Itu merupakan tempat tinggal umat Yahudi pada abad ke-16 dan ke-17. Ghetto kerap diasosiasikan sebagai julukan untuk minoritas dan lambang diskriminasi.

Sementara itu, Paludan sendiri berdalih, aksi pembakaran Al Quran sebagai aksi protes meningkatnya penyebaran Islam di Eropa dan untuk merayakan kebebasan berbicara.

“Tujuannya untuk menghentikan Islamisasi Swedia. Untuk menarik kembali Islamisasi ke tingkat tahun 1960-an atau lebih. Seharusnya ada sekitar satu juta orang yang melakukan perjalanan kembali ke negara-negara Muslim tempat mereka berasal, atau pindah ke agama lain selain Islam. Jelas bahwa inilah tujuannya, ”kata Paludan sembari berjanji untuk terus melanjutkan aksinya sampai tidak ada Islam yang tersisa di Swedia.

Di Swedia sendiri, umat muslim berkembang dari imigrasi massal yang dimulai pada 1960-an. Pew Research pada 2017 menyebut, ada 8,1 persen umat Islam dalam populasi Swedia yang berjumlah 10 juta. Meningkatnya imigrasi umat Islam itu tidak dibarengi dengan angka kelahiran yang rendah di antara warga asli Swedia.

Meski begitu, aksi pembakaran Al Quran sendiri telah banyak dikecam oleh politisi Swedia di seluruh spektrum politik, termasuk oleh Uskup Agung Antje Jackelen.

Sebagai anggota Dewan Kristen Swedia, Jackelen sangat tidak setuju dengan pelanggaran yang dilakukan secara sadar atas keyakinan masyarakat.

“Membakar buku itu biadab. Apalagi buku-buku yang dianggap suci oleh banyak orang," tulis dewan itu dalam sebuah pernyataan.

“Kami mengungkapkan simpati kami yang kuat dengan umat Muslim di negara kami,” sambungnya.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

WHO Godok Peluncuran Sertifikat Elektronik Untuk Vaksinasi Covid-19
Dunia

WHO Godok Peluncuran Sertifi..

04 Desember 2020 18:25
Masalah Domestik Numpuk, Butuh Waktu Bagi Biden Untuk Lanjutkan Negosiasi Denuklirisasi Korea Utara
Dunia

Masalah Domestik Numpuk, But..

04 Desember 2020 18:05
Dino Patti Djalal: Mentalitas Korea Utara Luar Biasa
Dunia

Dino Patti Djalal: Mentalita..

04 Desember 2020 17:13
Dubes Park Tae Sung Berharap Indonesia Dan ASEAN Terus Berkontribusi Bagi Perdamaian Semenanjung Korea
Dunia

Dubes Park Tae Sung Berharap..

04 Desember 2020 16:36
Uzbekistan Telah Menerima Sampel Pertama Vaksin Sputnik V Buatan Rusia
Dunia

Uzbekistan Telah Menerima Sa..

04 Desember 2020 16:31
Presiden Vucic: Vaksin Covid-19 Sputnik V Telah Dikirim Ke Serbia, Dia Akan Jadi Orang Pertama Yang Siap Diujicoba
Dunia

Presiden Vucic: Vaksin Covid..

04 Desember 2020 16:18
Pemilu, Simbol Kuat Kemenangan Demokrasi Venezuela
Dunia

Pemilu, Simbol Kuat Kemenang..

04 Desember 2020 15:38
'Spicy Life' Film Pendek Petani Korban Bencana Tsunami Palu Yang Bertahan Dengan Bantuan ICDF Taiwan
Dunia

'Spicy Life' Film Pendek Pet..

04 Desember 2020 15:23