Normalisasi Hubungan Israel-Dunia Arab, 'Senjata' Terakhir Trump Untuk Menangkan Pemilu AS

Muhammad Najib dalam RMOL World View/RMOL

Pekan kemarin bangsa Palestina kebali dibuat "menangis" setelah Bahrain menjadi negara Arab kedua setelah Uni Emirat Arab (UEA) yang memilih untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Di sisi lain, langkah tersebut disambut hangat bukan hanya oleh Israel tapi juga oleh Amerika Serikat.

Dalam sebuah cuitan di Twitter akhir pekan kemarin (Sabtu, 12/9), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut bahwa momen ini adalah terobosan yang bersejarah.

Bukan tanpa alasan Trump merasa begitu senang dengan hal tersebut. Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir, dia merupakan sosok yang gencar mengkampanyekan apa yang dia sebut dengan Kesepakatan Abad Ini (Deal of the Century) yang juga mencakup soal perdamaian Israel-Palestina. Selain itu, dia juga gencar mendorong negara-negara Arab untuk memperbaiki hubungan dengan Israel.

Pengamat politik Islam dan demokrasi Muhammad Najib dalam webinar RMOL World View bertajuk "Siapa Pembela Sejati Palestina?" yang dilangsungkan oleh Kantor Berita Politik RMOL.ID pada Senin siang (14/9) mengatakan bahwa kampanye terbaru Trump di Timur Tengah itu sebenarnya tidak lebih dari upaya politik Trump jelang pemilu presiden Amerika Serikat November mendatang.

"Kali ini Donald Trump sangat agresif sebagai broker atau mediator untuk mendamaikan Israel dan dunia Arab," kata Najib.

"Ini sebenarnya adalah bagian kampanye Trump yang kedodoran dalam melawan pesaingnya Joe Biden (dalam pemilu Amerika Serikat)," sambungnya.

Pasalnya, jajak pendapat independen yang muncul di Amerika Serikat beberapa waktu belakangan semakin mengunggulkan Biden daripada Trump.

"Tapi unggulnya Joe Biden ini bukan karena kehebatan Joe Biden, melainkan karena banyaknya keburukan Trump. Dengan kata lain, Trump sebenarnya dikalahkan oleh dirinya sendiri," jelas Najib.

Menyadari kondisi tersebut, sambung Najib, Trump agaknya menggunakan kampanye mendukung Israel di Timur Tengah sebagai "senjata terakhir" untuk mendongkrak elektabilitasnya.

"Apa yang dilakukannya ini (Trump) adalah bagian dari kampanye. Donald Trump berharap bahwa dengan kampanye sebagai mediator perdamaian Arab-Israel ini bisa dongkrak elektabilitasnya," sambungnya.

"Karena jelas perdamaian ini dilakukan mengikuti skenario Israel. Tentu kesepakatan ini menguntungkan Israel. Ini adalah agar kelompok evangelis yang dukung Israel, khususnya kelompok Yahudi yang menguasai media media massa, lembaga-lembaga keuangan dan figur politik penting bisa total mendukung Trump," paparnya.

"Trump berharap elektabilitasnya meningkat karena kampanye konfensional tidak akan mengubah keadaan calon pemilih," demikian Najib.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36