Wajah AS Bisa Jadi Lebih Humanis Di Timur Tengah Jika Joe Biden Menang Pilpres

Pakar menilai bahwa Joe Biden bisa membawa wajah Amerika Serikat yang lebih humanis di Timur Tengah/Net

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump tampak agresif dalam menjalankan sejumlah kebijakan internasional, termasuk kebijakan di Timur Tengah.

Sejak beberapa bulan lalu Trump, dibantu oleh menantunya yang juga menjabat sebagai penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner gencar mengkampanyekan apa yang dia sebut dengan Kesepakatan Abad Ini (Deal of the Century) yang mencakup soal perdamaian Israel-Palestina. 

Selain itu, Trump juga agresif dalam mendorong normalisasi hubungan Israel dengan dunia Arab. Bukan tanpa hasil, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain bahkan menyatakan bersedia untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Namun, jelang pemilu presiden Amerika Serikat yang akan dilangsungkan pada November mendatang, muncul pertanyaan tersendiri, bagaimana arah kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah? Apakah Biden akan membawa perubahan signifikan dalam peta perpolitikan di Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan Israel-Palestina serta dunia Arab?

"Tentu sangat sangat berubah jauh," kata Pengamat politik Islam dan demokrasi Muhammad Najib dalam webinar RMOL World View bertajuk "Siapa Pembela Sejati Palestina?" yang dilangsungkan oleh Kantor Berita Politik RMOL.ID pada Senin siang (14/9).


Dia menilai bahwa kampanye agresif Trump di Timur Tengah saat ini sangat pragmatis, yakni demi mendongkrak elektabilitas Trump dalam pemilu presiden November mendatang.

"Karena skenario-skenario ini kalkulasinya pragmatis, untuk memenangkan Trump dalam pemilu," jelasnya.

Oleh karena itu, Najib menilai bahwa jika Biden berhasil mengalahkan Trump dalam pemilu presiden Amerika Serikat tahun ini, maka akan banyak perubahan yang terjadi, termasuk dalam politik luar negeri.

"Memang secar atradisional, kepemimpinan siapapun dari (Partai) Republik, apalagi Trump yang vulgar dan kasar, mengkampanyekan perang dan provokasi terus-menerus. Dengan demikian, maka industri militer Amerika Serikat akan tumbuh, dengan demikian maka ekonomi negara itu akan bergerak," ujar Najib.

"Karena industri militer Amerika Serikat diketahui berkontribusi besar dalam perekonomian Amerika Serikat," sambungnya.

Namun jika Partai Demokrat yang berada di posisi nomor satu Amerika Serikat, arah kebijakannya biasanya cenderung berkebalikan.

"Demokrat biasanya lebih humanis, unggah-ungguh (sopan-santun), lebih menjunjung tinggi soal menghormati negara lain serta hukum internasional," papar Najib.

Hal tersebut bertolak belakang dengan apa yang dilakukan Trump selama memimpin negeri Paman Sam. Dia bukan hanya agresif dalam bertindak, tapi juga tidak segan menabrak aturan.

"Berbagai prinsip multilateral yang juga disepakati Amerika Serikat tidak ragu dia tabrak. Dia lebih suka unilateralisme, alias suka-suka Amerika Serikat," sambungnya.

Lebih lanjut dia menilai bahwa Trump juga tidak jarang menerapkan prinsip stick and carrot dalam politik luar negerinya.

"Artinya, negara yang baik dengan Amerika Serikat dapat hadiah (carrot), (negara) yang agak naka diberi cambuk (stick)," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21