Dunia Arab Berpaling, Palestina Mau Tak Mau Harus Berjuang Sendiri

Bendera Palestina/Net

Palestina saat ini tidak bisa lagi mengandalkan dukungan dari negara lain untuk membantunya merdeka. Alih-alih bersatu dan berjuang sendiri.

Pengamat politik dunia Islam, Muhammad Najib mengatakan, keputusan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain untuk mengikuti jalan Mesir dan Yordania dengan melakukan normalisasi hubungan bersama Israel akan menyadarkan Palestina.

Najib menjelaskan, walaupun selama ini 22 negara Arab berusaha untuk membantu Palestina, tetapi ketika dihadapkan pada kepentingan nasional, maka mereka akan mendahulukannya.

"Negara-negara Arab, walaupun berusaha membantu Palestina tetapi nasional interest menjadi prioritas. Nah ketika kedua hal ini tidak berjalan paralel maka mereka lebih memilih kepentingan nasional," ujarnya dalam RMOL World View bertajuk "Siapa Pembela Sejati Palestina?" pada Senin (14/9).

Sehingga, ia katakan, di tengah situasi ini, faksi-faksi yang berseteru di Palestina harus mengesampingkan perselisihannya dulu dan fokus melawan Israel.

"Fatah dan Hamas yang selama ini bertentangan mau tidak mau harus bersatu. Mengedepankan kepentingan bersama dan mengesampingkan perselisihan-perselisihan kecil," ujar mantan anggota Komisi I DPR RI itu.

Seperti yang disampaikan Najib, beberapa waktu terakhir, faksi-faksi yang berseteru di Palestina tengah berusaha untuk bersatu. Hal tersebut dilihat dari pertemuan yang difasilitasi oleh Presiden Mahmoud Abbas pada awal bulan ini.

Pertemuan yang sangat jarang tersebut berhasil dilakukan untuk membahas langkah UEA yang melakukan kesepakatan damai dengan Israel. Di mana Abu Dhabi mengaku, salah satu prasyaratnya melakukan normalisasi hubungan dengan Israel adalah untuk menghentikan aneksasi Tepi Barat.

"Pertemuan kita berada pada tahap yang sangat berbahaya, di mana tujuan nasional kita menghadapi berbagai plot dan bahaya," ujar Abbas.

"Untuk berdiri bersama di tengah-tengah konfrontasi dan perlawanan rakyat yang damai terhadap pendudukan, saya mengundang Anda ke sini untuk menyetujui pembentukan kepemimpinan nasional," sambungnya.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20