Lebih Empat Juta Pengungsi Rohingya Ditampung Bangladesh, Turki: Terima Kasih Sudah Mau Menampung Mereka

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara kepada pers di Pusat Koordinasi dan Dukungan Covid-19 di Ankara, Turki pada Mei 2020/Net

Upaya Bangladesh untuk menampung pengungsi Rohingya mendapat apresiasi dari Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Pujian itu disampaikan saat konferensi pers setelah pertemuan dengan mitranya dari Bangladesh, AK Abdul Momen.

Dalam kesempatan itu Cavusoglu berterima kasih kepada Dhaka karena telah mau menampung jutaan pengungsi Rohingya.

"Kami tahu bahwa ini adalah beban besar dan tanggung jawab besar bagi Bangladesh. Lebih dari 4 juta pengungsi sebenarnya ditampung oleh Bangladesh secara total, jadi ini adalah tanggung jawab besar di pundak mereka. Kami menghargai upaya mereka," katanya kepada wartawan di Ankara, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (14/9).

Cavusoglu mengatakan bahwa Turki, dengan semua organisasinya, mendukung orang-orang Rohingya dan telah membantu Bangladesh.

Ia menegaskan, Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) juga memberikan dukungan yang signifikan untuk proyek pembangunan di Bangladesh, selain upaya untuk Rohingya.

Menggarisbawahi bahwa Ankara juga mengulurkan tangan membantu Dhaka selama wabah Covid-19, dia mengatakan bahwa Turki akan mengirimkan sejumlah bantuan medis tambahan ke Bangladesh.

"Kami akan mengirim pasokan medis tambahan, termasuk respirator, ke Bangladesh atas arahan Presiden kami. Kami akan terus berdiri di samping saudara-saudara Bangladesh kami," katanya.

Menyinggung soal keterkaitan sejarah antara Turki dan Bangladesh, Cavusoglu berkata: “Kami tidak bisa melupakan dukungan yang diberikan saudara-saudara Bengali kami selama Perang Kemerdekaan. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih."

Cavusoglu juga mengatakan kedua negara, yang juga merupakan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), akan terus bekerja sama dalam solidaritas di OKI.

Selain itu, Cavusoglu mengatakan mereka juga bertukar pandangan tentang Organisasi D-8 untuk Kerja Sama Ekonomi dan menambahkan bahwa mereka akan melanjutkan upaya mereka untuk memperkuat D-8 dan memperluas grup dan bahkan mengubahnya menjadi D-20.

Organisasi D-8 diluncurkan pada 15 Juni 1997, setelah perdana menteri Turki, Necmettin Erbakan, mengusulkan pembentukan kelompok ekonomi yang terdiri dari delapan negara berkembang dari dunia Muslim, termasuk Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Dalam pertemuan itu Cavusoglu juga merayakan peringatan 100 tahun kelahiran pemimpin pendiri Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman.

Sementara itu, Menlu Momen mengatakan Bangladesh dan Turki adalah dua negara yang mempunyai ikatan saudara dan bahwa hubungan mereka didasarkan pada hubungan sejarah, hubungan agama dan budaya, serta aspirasi bersama untuk dunia yang damai dan dunia Muslim yang sejahtera.

Dia menggarisbawahi bahwa Turki mendukung Bangladesh dalam krisis Rohingya sejak 2017 dan membangun rumah sakit pertama di kamp-kamp Rohingya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32