Api Hanguskan AS, Joe Biden Salahkan Donald Trump Yang Tak Pernah Percaya Perubahan Iklim

Kebakaran yang terjadi di California, Amerika Serikat/Net

Kebakaran hebat yang terjadi di seluruh Pantai Barat Amerika Serikat (AS) membuat isu perubahan iklim masuk dalam agenda penting pemilihan presiden 2020.

Sejauh ini, sudah ada lebih dari 3,2 juta hektar hangus di California, jumlah terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Api juga menghancurkan setidaknya 4.100 bangunan, membuat lebih dari 60 ribu orang mengungsi, dan 35 lainnya meninggal dunia.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden sudah memberikan serangannya kepada petahana, Donald Trump. Ia menyebut Trump bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan tersebut karena sejak awal tidak mengakui adanya pemanasan global.

"Penyangkalan iklim Donald Trump mungkin tidak menyebabkan rekor kebakaran, rekor banjir, dan rekor badai," ujar Biden dalam pidatonya di Delaware, mengutip The Age, Selasa (15/9).

"Jika dia mendapat masa jabatan kedua, kejadian mengerikan ini akan menjadi lebih umum, lebih menghancurkan, dan lebih mematikan," sambungnya.

Hanya 50 hari lagi menjelang pemungutan suara pada 3 November 2020. Biden berusaha membalikkan keadaan Trump yang dalam beberapa pekan terakhir berhasil menyusulnya.

"Jika kita memiliki empat tahun lagi penolakan iklim Trump, berapa banyak pinggiran kota yang akan terbakar dalam kebakaran hutan? Berapa banyak pinggiran kota yang akan dibanjiri? Berapa banyak pinggiran kota yang akan terhempas dalam badai super?" tanya Biden.

Selama ini, Trump berdalih, kebakaran disebabkan oleh pengelolaan hutan yang buruk dan bukan karena perubahan iklim.

Trump sendiri baru saja mengunjungi McClellan Park, California untuk meninjau keadaan api. Di sana, Sekretaris Badan Sumber Daya Alam California, Wade Crowfoot mengatakan, pengabaikan iklim dalam isu kebakaran hutan tidak dapat dilakukan.

"Ini akan mulai menjadi lebih dingin. Lihat saja," jawab Trump.

"Saya berharap sains setuju dengan Anda," jawab Crowfoot.

Gubernur California dari Partai Demokrat, Gavin Newsom, mengatakan kepada Trump bahwa perubahan iklim adalah satu hal yang nyata.

"Kami jelas sangat merasakan panasnya panas. Kekeringan semakin kering (dan) saat kami mengalami kubah panas, hal seperti yang belum pernah kami lihat dalam sejarah kami," ujarnya.

Selain mencemooh Trump, Biden juga sudah mengumumkan rencana iklim sebesar 2 triliun dolar AS untuk menetapkan target emisi nol pada 2050.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36