Ditangkap Ketika Cari Suaka Ke Taiwan, 12 Warga Hong Kong Didakwa Atas UU Keamanan Nasional

Sebanyak 12 warga Hong Kong ditangkap di perairan menuju Taiwan/Net

Sebanyak 12 warga Hong Kong yang ditangkap oleh otoritas China daratan di perairan menuju Taiwan didakwa atas pelanggaran di bawah UU keamanan nasional.

Pada 23 Agustus, 12 warga hong Kong ditangkap karena masuk secara ilegal ke China daratan setelah berangkat dari Hong Kong dengan kapal menuju Taiwan.

Biro Keamanan Hong Kong pada Senin (14/9) mnegatakan, mereka diduga melakukan kejahatan di Hong Kong.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam pada Selasa (15/9) mengatakan, 10 di antara mereka didakwa atas tuduhan pelanggaran seperti membuat atau memiliki bahan peledak, pembakaran, kerusuhan, penyerangan polisi atau kepemilikan senjata ofensif. Sepuluh orang itu tidak diizinkan meninggalkan Hong Kong.

Salah satu di antara mereka juga diduga terlibat berkolusi dengan pasukan asing di bawah UU keamanan nasional yang diberlakukan Beijing di Hong Kong pada Juni. UU tersebut menangani kejahatan seperti subversi, separatisme, terorisme, dan campur tangan asing.

Berbicara pada konferensi pers mingguan regulernya, Lam menegaskan kembali bahwa 12 orang itu harus menghadapi keadilan di daratan. Namun pihaknya akan memberi mereka dan keluarga mereka bantuan yang dibutuhkan dan layak.

"Alasan mereka meninggalkan Hong Kong tampaknya karena mereka melarikan diri dari tanggung jawab hukum," kata Lam.

"Saya ingin meluruskan, karena individu lokal dan luar negeri tertentu mencoba mengalihkan perhatian, menggambarkan mereka sebagai (aktivis) demokratis yang tertindas," sambungnya.

Pernyataan Lam muncul setelah kerabat dari beberapa tahanan mengadakan konferensi pers pada Sabtu (12/9) untuk menuntut kepulangan mereka dan memohon agar mereka diizinkan menelepon ke rumah dan berkonsultasi dengan pengacara yang ditunjuk oleh keluarga dan bukan pemerintah China.

Pada Minggu (13/9), Kementerian Luar Negeri China menyebut 12 warga Hong Kong sebagai kelompok separatis. Di mana mereka saat ini ditahan di Kota Shenzhen, China.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02