Iran Minta Irak Waspada Dan Tak Tergiur Dengan Tawaran Normalisasi Israel

Bendera Irak dan Iran/Net

Iran menyuarakan kecaman keras terhadap normalisasi hubungan yang dilakukan oleh Israel dengan dua negara Arab, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani memperingatkan para penguasa negara-negara Arab untuk menolak kesepakatan tersebut dan tidak mengkompromikan kepentingan dunia Islam serta perjuangan bangsa Palestina demi keinginan sementara mereka sendiri.

Berbicara saat melakukan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki, Shamkhani mengatakan, kesepakatan normalisasi dengan Israel adalah tindakan pengkhianatan dan berbahaya.

"Dunia Muslim tidak akan pernah mengizinkan rencana (untuk menyiapkan panggung bagi kehadiran Israel di wilayah tersebut) terwujud," tegasnya seperti dimuat Iran Front Page, Selasa (15/9).

Lebih lanuut, pejabat tinggi Iran tersebut mengurai, strategi AS dengan memfasilitasi kesepakatan antara dunia Arab dengan Israel merupakan upayanya untuk menciptakan perpecahan dan ketidakamanan di kawasan. Ia pun mendesak negara-negara Arab untuk bersatu dan bekerja sama melawan strategi tersebut.

Shamkhani selanjutnya mendesak rakyat dan kelompok Irak untuk tetap waspada dan bersatu melawan konspirasi musuh.

“Musuh persatuan dan kemajuan Irak berusaha untuk mengubah pemilu masa depan negara itu menjadi arena perbedaan, konflik dan akhirnya ketidakamanan,” kata Shamkhani.

Dia juga menyinggung upaya habis-habisan Washington untuk melemahkan negara-negara kawasan dan menjaga keamanan rezim Israel.

"Dengan apa yang disebut rencana 'perdamaian', rezim Israel berusaha untuk mengamankan dominasinya di wilayah antara Sungai Nil dan Efrat," katanya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Kebanjiran Pengungsi Ethiopia, Sudan Butuh Uluran Tangan 150 Juta Dolar AS
Dunia

Kebanjiran Pengungsi Ethiopi..

29 November 2020 16:43
Sempat Dijadikan Armenia Kandang Babi, Presiden Ilham Aliyev Kembalikan Kesucian Masjid Agdam
Dunia

Sempat Dijadikan Armenia Kan..

29 November 2020 16:41
Bom Bunuh Diri Meledak Di Pangkalan Militer Afganistan, 26 Personel Keamanan Tewas
Dunia

Bom Bunuh Diri Meledak Di Pa..

29 November 2020 16:01
Hari Ketiga Protes, Ribuan Petani India Blokir Jalan Untuk Tolak UU Baru
Dunia

Hari Ketiga Protes, Ribuan P..

29 November 2020 15:20
Enam Ledakan Terjadi Di Asmara, AS Minta Warganya Di Eritrea Ikuti Perkembangan Konflik Tigray
Dunia

Enam Ledakan Terjadi Di Asma..

29 November 2020 14:42
Satu Pekerja Positif Covid-19, Raksasa Pembuat Chip Korea Di China Hentikan Operasi Pabriknya
Dunia

Satu Pekerja Positif Covid-1..

29 November 2020 13:59
Pelabuhan Abu Dhabi Jadi Pusat Penyimpanan Dan Distribusi 70 Juta Vaksin Covid-19
Dunia

Pelabuhan Abu Dhabi Jadi Pus..

29 November 2020 13:37
Peneliti: Ada Dua Motif Di Balik Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh
Dunia

Peneliti: Ada Dua Motif Di B..

29 November 2020 13:10