AS: Upaya Emmanuel Macron Untuk Selesaikan Krisis Lebanon Sia-sia Jika Iran Terus Dukung Hizbullah

Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Net

Prancis akan sulit menyelesaikan krisis di Lebanon jika Iran terus mendukung Hizbullah dengan persenjataannya.

Demikian peringatan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo pada Selasa (15/9), menyusul upaya Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk menghentikan krisis di Lebanon.

"Amerika Serikat telah memikul tanggung jawabnya dan kami akan menghentikan Iran membeli tank China serta sistem pertahanan udara Rusia, kemudian (Iran) menjual senjata ke Hizbullah (dan) mentorpedo upaya Presiden Macron di Lebanon," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

"Anda tidak dapat membiarkan Iran memiliki lebih banyak uang, kekuasaan, senjata, dan pada saat yang sama mencoba memutuskan hubungan dengan Hizbullah dari bencana yang diprovokasi di Lebanon," sambungnya.

Selama ini, AS telah menjadikan Hizbullah sebagai kelompok teroris. Sementara Paris mengatakan kelompok tersebut memiliki peran politik yang sah.

Hizbullah diketahui memiliki mayoritas di parlemen. Kelompok itu juga memiliki sukutu yang memegang jabatan menteri, termasuk kementerian kesehatan dan keuangan.

Setelah ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut, Macron dalam kunjungannya ke Lebanon pada 1 September mengatakan akan membantu negara tersebut melakukan reformasi dengan cepat. Khususnya mengakhiri puluhan tahun pemerintahan yang korup dan menyebabkan krisis terdalam sejak perang saudara 1975-1990.

Para politisi Lebanon sendiri telah sepakat untuk membentuk pemerintahan baru pada 15 September.

Surat kabar harian Prancis, Le Figaro pada Agustus melaporkan, Macron telah bertemu dengna kepala blok parlemen Hizbullah, Mohammed Raad dan mengatakan kepada kelompok tersebut untuk memisahkan diri dari Iran serta memindahkan pasukannya dari Suriah.

"Itu pedang bermata dua untuk Macron. Hizbullah adalah bagian dari sistem pemerintahan yang perlu diubah dan saya tidak yakin Anda dapat menangani politik Hizbullah tanpa menangani Hizbullah bersenjata," ujar sumber diplomatik Prancis.

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14