Hari Bersejarah Di Gedung Putih, Trump: Ada Lima Atau Enam Negara Yang Siap Susul Normalisasi Dengan Israel

Presiden Donald Trump dan Isteri berpose dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Isteri di Gedung Putih jelang penandatanganan kesepakatan UEA dan Bahrain dengan Israel pada Selasa (15/9) malam/Net

Lima atau enam negara Arab lainnya akan segera menyusul untuk ikut menormalisasikan hubungan dengan Israel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi hal itu sejalan dengan kesepakatan penting yang dicapai antara Negara Yahudi dan Uni Emirat Arab dan Bahrain.

"Kami sangat yakin, ke depannya sekitar lima negara, ya, lima negara akan bergabung,” kata Trump saat menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Oval Office, menjelang upacara penandatanganan kesepakatan normalisasi Israel dengan kedua negara Arab.

"Kami akan memiliki setidaknya lima atau enam negara yang datang dengan sangat cepat, kami sudah berbicara dengan mereka," kata Trump lagi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para menteri luar negeri Bahrain dan Uni Emirat Arab tiba di Gedung Putih pada Selasa (15/9) malam untuk menandatangani perjanjian bersejarah yang menormalkan hubungan antara negara-negara Yahudi dan Arab.

Trump telah dijadwalkan secara bergiliran menerima kehadiran Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, sebelum upacara penandatanganan perjanjian perdamaian yang ditengahi AS itu berlangsung dalam beberapa menit ke depan.

"Hari bersejarah, untuk PERDAMAIAN di Timur Tengah," Trump menyematkan menulis cuitannya, meneriakkan penyelesaian dalam waktu dekat dari ‘kesepakatan penting yang sebelumnya tidak pernah diduga oleh siapa pun.

"LEBIH BANYAK negara untuk diikuti!" tulis pemimpin AS, yang berharap kesepakatan damai akan meningkatkan peluangnya untuk terpilih kembali pada November.

Untuk Timur Tengah, kesepakatan yang dijuluki Abraham Accords menandai perubahan yang berbeda dalam status quo yang telah berusia puluhan tahun di mana negara-negara Arab telah mencoba untuk mempertahankan persatuan melawan Israel atas perlakuannya terhadap orang-orang Palestina yang tidak memiliki kewarganegaraan.

Acara Gedung Putih pada malam ini akan menjadi pertama kalinya bagi negara-negara Arab menjalin hubungan dengan Israel sejak Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994. Ratusan orang telah diundang untuk hadir.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13