Ketika Trump Kurangi Pengaruh AS, Xi Jinping Jadikan China Sebagai 'Pemimpin' Dunia

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping/net

'America for American' dan 'American First'menjadi slogan yang dijunjung tinggi oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, namun membuat kepemimpinan tradisional Amerika Serikat (AS) di kancah dunia internasional semakin pudar.

Berbagai kebijakan luar negeri yang diambil oleh Trump semakin mereduksi pengaruh AS, terutama dalam organisasi-organisasi internasional.

Sejak Trump berkuasa, AS telah meninggalkan banyak kerja sama internasional, seperti kesepakatan global tentang iklim, kesepakatan nuklir Iran, hingga keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun di tengah ketidakpedulian Trump terhadap kepemimpinan AS di dunia internasional, ada sosok kuat seperti Xi Jinping yang memanfaatkan keadaan. Xi mulai bergerak memperluas permainan pengaruh China, bahkan di PBB sekali pun.

"Jelas, dalam pikiran saya, pertempuran untuk jiwa PBB sedang berlangsung," ujar seorang diplomat senior Eropa yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/9).

Diplomat tersebut mengatakan, kebijakan Trump telah merusak tatanan dunia internasional.

Salah satu bukti yang menunjukkan China tengah memperluas pengaruhnya adalah rencana kunjungan langka Xi ke Markas Besar PBB di New York pada pekan depan dalam pertemuan tahunan pemimpin dunia. Walaupun saat ini kunjungan tersebut dibatalkan karena pandemi Covid-19 dan beralih menjadi pidato virtual.

Selain itu, saat ini China telah mengajukan lebih banyak kandidat untuk posisi senior PBB.

Dalam sebuah deklarasi untuk memperingati 75 tahun PBB yang disetujui oleh Sidang Umum pada Juli dan akan diadopsi oleh para pemimpin dunia pekan depan, AS, Inggris, Jepang, India, Kanada dan Australia keberatan dengan kalimat “visi kami untuk masa depan bersama” karena di anggap sebagai retorika Xi.

Di tengah persaingan dua kekuatan dunia tersebut, AS dan China berselisih dalam banyak hal. Mulai dari perdagangan, pelanggaran HAM di Xinjiang, demonstrasi Hong Kong, sengketa Laut China Selatan, hingga pandemi Covid-19.

Meski begitu, langkah Trump untuk 'menanggalkan' kepemimpinan AS membuat situasi menjadi lebih rumit dan PBB terancam pecah belah. Mengingat keduanya adalah penyumbang keuangan terbesar bagi badan tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, ada risiko perpecahan yang berujung pada konfrontasi militer yang sangat tidak diinginkan saat ini antara dua kekuatan global tersebut.

"Kita bergerak ke arah yang sangat berbahaya," ujarnya.

Di tengah pergulatan kedua negara, PBB pun menjadi sulit menjalankan fungsinya tanpa mengesampingkan politik. Misalnya, butuh waktu berbulan-bulan bagi Dewan Keamanan PBB hingga akhirnya dapat mengadopsi resolusi terkait Covid-19.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13