Jika Dilegalkan Sebagai Obat, 700 Ribu Pasien Di Prancis Dapat Penuhi Syarat Terapi Dengan Ganja

Ilustrasi/Net

RMOL. Deputi Prancis kembali mendesak pemerintah Presiden Emmanuel Macron tidak lagi menunda-nunda pengujian ganja untuk digunakan sebagai obat dengan mengatakan bahwa tingkat keterlambatannya sangat mengkhawatirkan dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.

Sambil menyajikan laporan interimnya tentang pertanyaan kontroversial terkait legalisasi penggunaan terapeutik ganja, komite parlemen mengatakan Prancis harus mempertimbangkan produksi tanaman yang saat ini dikendalikan negara dan dilarang di Prancis.

"Sudah saatnya Prancis keluar dari zaman kegelapan tentang ganja, yang merupakan candu tetapi juga bisa menjadi obat," kata Jean-Baptiste Moreau, penulis utama laporan tersebut, seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/9).

"Ini untuk pasien yang tidak bisa lagi bertahan menunggu lebih lama," katanya.

Presiden Komite, Rodin Reda, bahkan mengatakan Prancis telah gagal mengambil tindakan yang pro aktif.

"Pemerintah telah gagal untuk bertindak dengan cara yang cukup pro-aktif," katanya menambahkan saat konferensi pers.

Tahun lalu, parlemen mengesahkan uji coba medis ganja pada 3.000 pasien dengan penyakit serius seperti epilepsi, nyeri neuropatik atau efek samping dari kemoterapi.

Awalnya mereka akan mulai pengujian kembali bulan ini, sebelum otoritas kesehatan mengundur rencana itu ke Januari 2021 dengan alasan pandemik virus corona.

Pekan lalu, 50 dokter dan asosiasi pasien meminta pemerintah segera menerbitkan keputusan agar pengobatan dapat dimulai pada kuartal pertama tahun depan.

"Kita harus menghindari penundaan lagi," kata komite parlemen pada Rabu (16/9) diikuti dengan Moreau yang mengancam akan mengajukan rancangan undang-undang ke parlemen jika pemerintah gagal bertindak.

"Seiring waktu, 700 ribu pasien di Prancis dapat memenuhi syarat untuk pengobatan ganja," kata laporan itu.

Laporan tersebut juga mengatakan jika mengumpulkan jumlah yang dibutuhkan dari luar negeri akan menjadi penyimpangan dalam istilah ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, Prancis membutuhkan sektor produksi ganja domestiknya sendiri, katanya, seraya menambahkan bahwa banyak petani yang ingin menanam tanaman itu.

Namun, hal ini membutuhkan perubahan dalam undang-undang yang saat ini melarang produksi tanaman dengan lebih dari 0,2 persen THC, yang menjadi komponen psikotropika ganja.

Sementara itu, awal pekan ini Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin menyiratkan gagasan bahwa Prancis juga dapat mulai bereksperimen dengan ganja untuk penggunaan rekreasi.

"Sebagai menteri dalam negeri dan poltikus, saya tidak bisa memberi tahu orang tua yang berjuang untuk anak-anak mereka untuk berhenti dari kecanduan narkoba bahwa kami akan melegalkan hal ini," katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14