Lukashenko Tuduh Media Independen Rusak Kredibilitas Belarusia

Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko/Net

Presiden Belarusia telah berulang kali mengatakan bahwa administrator saluran Telegram yang berbasis di luar negeri telah mengendalikan aksi protes oposisi dengan memberi tahu pengunjuk rasa di mana dan kapan harus berkumpul.

Menurutnya, outlet media independen dan saluran Telegram menghancurkan kepercayaan rakyat pada negara di tengah pandemik virus corona. Alexandr Lukashenko menyampaikan hal itu pada pertemuan dengan aktivis politik, Rabu (16/9), seperti dikutip kantor berita BelTA.

"Pihak berwenang benar-benar fokus pada perang melawan pandemik Covid-19  yang tiba-tiba mengambil alih dunia. Dan alih-alih berdiri berdampingan dengan kami dalam pertarungan global ini, yang disebut outlet media independen dan saluran Telegram itu justru melakukan semua yang mereka lakukan dengan mempersulit pekerjaan kami. Mereka menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap negara," kata Lukashenko.

Belarusia mengalami kerusuhan panjang dari aksi protes pada hasil pemilihan yang berlangsung 9 Agustus lalu. Selama berminggu-minggu massa terus menerus melancarkan aksi protes, memenuhi jalan-jalan menuju Ibukota Minsk, hingga berbenturan dengan aparat dan jatuh korban.

Menurut data Komisi Pemilihan Pusat, Presiden petahana Alexander Lukashenko menang 80,1 suara. Sementara lawannya, Svetlana Tikhanovskaya, yang mengumpulkan 10,12 persen, menolak untuk mengakui hasil pemilihan dan meninggalkan Belarusia.

Protes meletus tidak hanya di Minsk tetapi juga di beberapa kota lain.

Dewan Koordinasi oposisi terus meminta rakyat negara itu untuk melanjutkan protes, sementara pihak berwenang menekankan perlunya mengakhiri kegiatan yang tidak sah.

Pada Senin (14/9) Lukashenko mengunjungi 'saudara laki-laki'-nya di Rusia, Presiden Vladimir Putin untuk pembicaraan yang lebih serus lagi mengenai situasi di Belarus. Pertemuan itu mengundnag aksi yang lebih besar. Ratuan ribu orang mengecam pertemuan yang dianggap sebagai 'menjual negara'.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14
Penindasan Di Meksiko Terulang, Bertahun-tahun Dibully Guru Dan Temannya Remaja Ini Alami Lumpuh
Dunia

Penindasan Di Meksiko Terula..

24 September 2020 16:15
Dukung Oposisi Sam Rainsy, Tujuh Aktivis Kamboja Divonis Penjara
Dunia

Dukung Oposisi Sam Rainsy, T..

24 September 2020 15:48
Serang Balik Trump, Jubir Wang: Lupa Ya, Kalau Washington Penyebar Limbah Terbesar Dan Perusak Lingkungan?
Dunia

Serang Balik Trump, Jubir Wa..

24 September 2020 15:39
China Tambah Kamp Penahanan Uighur Di Xinjiang, Totalnya Lebih Dari 380
Dunia

China Tambah Kamp Penahanan ..

24 September 2020 13:54