Li-Meng Yan Beri Bukti Virus Corona Dari Lab Wuhan Dan China Berusaha Tutupi Identitas Aslinya

Tangkapan layar laporan Li-Meng Yan terkait asal usul virus corona/Net

Ahli virologi dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, Li-Meng Yan mengungkap bukti asal usul virus corona baru atau SARS-CoV-2 yang ia klaim buatan manusia di laboratorium Wuhan, China.

Melalui laporannya yang bertajuk "Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route", Li-Meng Yan mengungkap, meski teori virus corona berasal dari alam, namun tidak memiliki dukungan substansial.

"Meskipun demikian, SARS-CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak sejalan dengan virus zoonosis yang terjadi secara alami," tulisnya dalam abstrak laporan yang ternyata dirilis pada platform digital Zenodo.

Tidak sendiri, Li-Meng Yan menulis laporan tersebut bersama dengan Shu Kang, Jie Guan, dan Shanchang Hu.

"Dalam laporan ini, kami menjelaskan bukti genomik, struktural, medis, dan literatur, yang bila dipertimbangkan bersama-sama, sangat bertentangan dengan teori asal-usul alam," urai mereka.

"Bukti menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 seharusnya merupakan produk laboratorium yang dibuat dengan menggunakan kelelawar coronavirus ZC45 dan/atau ZXC21 sebagai template dan/atau tulang punggung," lanjut para ilmuwan tersebut.

Berdasarkan bukti rute sintesis SARS-CoV-2, Li-Meng Yan mengatakan, pembuatan virus itu dalam laboratorium dapat mudah dilakukan dalam waktu sekitar enam bulan.

Di dalam penelitiannya, Li-Meng Yan dan teman-temannya menemukan berbagai fakta. Pertama, elemen paling penting dalam pembuatan virus corona adalah ZC45/ZXC21 yang dimiliki oleh laboratorium penelitian militer.

"Urutan genom SARS-CoV-2 kemungkinan telah mengalami rekayasa genertika, di mana virus memperoleh kemampuan untuk menargetkan manusia dengan peningkatan virulensi dan infektivitas," lanjutnya.

Mereka menyebut, karakteristik dan efek patogenik dari SARS-CoV-2 belum pernah ditemukan sebelumnya. Pasalnya virus tersebut sangat mudah menular, tersembunyi di awal, menargetkan multi-organ, gejala tidak jelas, mematikan, dan terkait dengan berbagai komplikasi.

"Dilihat dari bukti yang kami dan orang lain telah temukan, kami percaya bajwa menemukan asal mula SARS-CoV-2 harus melibatkan audit independen dari laboratorium Institut Virologi Wuhan P4 dan laboratorium kolaborator dekat mereka," paparnya.

Para ilmuwan juga menyoroti penelitian virus corona lain yang baru-baru ini diterbitkan seperti RaTG1318 dan RmYN0230. Menurut mereka hal tersebut mencurigakan karena diduga memiliki tujuan untuk menipu komunitas ilmiah dan masyarakat umum dari identitas asli SARS-CoV-2.

Li-Meng Yan sendiri sebelumnya telah membongkar asal usul virus corona baru dari wawancaranya dengan berbagai media setelah ia melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) pada April karena khawatir dengan kselamatannya.

Ia merupakan ilmuwan yang bekerja di laboratorium tingkat keamanan patogen-3 atau disebut juga P3 lab di Hong Kong. Di sana, ia memiliki dua atasan, yaitu Professor Malik Peiris dan Profesor Leo Poon.

Sejak akhir Desember 2019, Prof. Leo Poon menugaskannya untuk melakukan penyelidikan rahasia mengenai pneumonia baru yang terjadi di Wuhan.

Pada saat itu belum ada berita resmi dari China daratan mengenai penyakit tersebut. Setelahnya, ia mendapatkan informasi, pemerintah China sudah mengetahui ada 40 kasus pneumonia baru di Wuhan dan sudah terjadi transmisi antarmanusia. Tetapi tidak ada informasi publik terkait penyakit tersebut.

Selain itu, ia juga meyakini bahwa pasar makanan basah Wuhan hanya dijadikan sebagai umpan dan bukan sumber virus.

"Pada saat itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus tersebut berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Pasar basah Wuhan hanya digunakan sebagai umpan," terangnya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01