Belarus Menanggung Utang Luar Negeri Sebesar 18 Miliar Dolar AS

Presiden LUkashenko saat bertemu dengan Presiden Putin di Sochi, Rusia, pada Senin 14 September 2020

Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko mengakui bahwa Rusia akhirnya memutuskan memberikan pinjaman 1,5 miliar dolar AS untuk Belarus adalah atas desakannya.

Dalam sebuah pertemuan di Minsk yang diakhiri dengan konferensi pers, Lukashenko menjelaskan pinjaman itu harus ia kembalikan segera.

"Saya harus memberi tahu Anda, bahwa itu adalah desakan saya. Baik Perdana Menteri maupun Menteri Keuangan menyarankan kepada saya bahwa kami harus melunasi pinjaman ini -tahun ini kami harus membayar kembali satu miliar (kepada Rusia) untuk hutang lama kami," katanya. Seraya menambahkan itu adalah resiko yang harus ditempuhnya di masa sulit seperti sekarang.

"Terlepas dari semua kesulitan, kami siap mengembalikan miliaran ini. Ini bukan pinjaman baru. Ini adalah permintaan saya kepada kepemimpinan Rusia bahwa kami tidak akan membayar miliar ini tahun ini, kami akan menyimpannya dan menundanya hingga tahun depan. Suku bunga di sana bisa diterima. Jadi ini masalah pembiayaan kembali," lanjut Lukashenko.

"Seorang teman dalam masalah, dan saya mengatakannya dengan tulus," kembali Lukashenko mengutip saat-saat ia bertemu Putin pada Senin (14/9), seperti dilaporkan The Guardian.

Pada akhir Agustus, Lukashenko mengumumkan bahwa Belarus akan mengadakan pembicaraan dengan Rusia tentang pembiayaan kembali utang negara republik sebesar 1 miliar dolar AS.

Menteri Keuangan Belarusia Yuri Seliverstov sebelumnya mencatat bahwa total tahun ini negara harus membayar sekitar 3,6 miliar dolar AS utang nasional mata uang asing dan 2 miliar dolar AS dari jumlah itu telah dibayarkan. Menurut Kementerian Keuangan republik, pada Juli 2020, utang luar negeri Belarus mencapai 18 miliar dolar AS, seperti dikutip Tass, Kamis (17/9).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan kepada wartawan bahwa pinjaman ke Belarus akan diberikan dalam dua tahap, yaitu satu miliar dolar AS pada 2020 dan 500 juta dolar AS lagi pada 2021.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ancaman Kekerasan Sayap Kanan Membayangi AS Di Bawah Pemerintahan Biden
Dunia

Ancaman Kekerasan Sayap Kana..

28 Januari 2021 08:01
Aparat Keamanan Turki Ringkus 126 Tersangka Terkait Kelompok Militan ISIS Dari 58 Provinsi
Dunia

Aparat Keamanan Turki Ringku..

28 Januari 2021 07:24
Blinken Tinjau Ulang Keputusan Pemerintahan Trump Yang Masukkan Houti Sebagai Organisasi Teroris
Dunia

Blinken Tinjau Ulang Keputus..

28 Januari 2021 07:08
Antony Blinken: Dunia Memperhatikan Amerika Serikat, Menanti Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya
Dunia

Antony Blinken: Dunia Memper..

28 Januari 2021 06:35
YouTube Blokir Tujuh Akun Propaganda Pemberontak Houthi
Dunia

YouTube Blokir Tujuh Akun Pr..

28 Januari 2021 06:22
Ekspor Indonesia Ke China Melonjak Di Tahun 2020, Ini Rinciannya
Dunia

Ekspor Indonesia Ke China Me..

28 Januari 2021 00:09
China Dalami Laporan Penangkapan Awak Kapal Di Indonesia
Dunia

China Dalami Laporan Penangk..

27 Januari 2021 22:42
Lebih Efektif Deteksi Covid-19, China Mulai Gunakan Tes Swab Anal
Dunia

Lebih Efektif Deteksi Covid-..

27 Januari 2021 17:46