Jelang Pilpres AS, Isu Pelecehan Seksual Kembali Menghampiri Donald Trump

Amy Dorris/Net

Isu pelecehan seksual kembali mendatangi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di tengah upayanya untuk mengamankan masa jabatan kedua sebagai punggawa Gedung Putih pada 3 November mendatang.

Amy Dorris, seorang mantan model mengaku telah dilecehkan oleh sang presiden AS ke-45 tersebut dua dekade lalu.

Melalui sebuah wawancara eksklusif dengan The Guardian yang dirilis pada Kamis (17/9), Dorris membeberkan kembali kisah yang menurutnya menyakitkan tersebut.

Ketika itu Dorris berusia 24 tahun, sementara Trump 51 tahun. Insiden terjadi ketika Dorris dan kekasihnya, Jasson Bin yang merupakan pemilik majalah menonton turnamen tenis di New York pada 5 September 1997.

Pada saat itu, Trump menghampirinya di luar kamar mandi dan menyerangnya secara seksual di beberapa bagian tubuhnya, seperti bokong, payudara, dan punggung. Dorris bahkan mengatakan, Trump mencengkramnya hingga ia sulit melepaskan diri.

“Saya berada dalam cengkramannya, dan saya tidak bisa melepaskannya,” terang Dorris.

Melalui pengacaranya, Trump telah menyangkal tuduhan melakukan tindakan tidak pantas terhadap Dorris.

Namun wanita yang saat ini berusia 48 tahun tersebut memberikan sejumlah bukti yang mendukung kisahnya. Seperti tiket turnamen tersebut dan enam foto yang menunjukkan bahwa ia dan Trump bertemu selama beberapa hari di New York.

Selain itu, beberapa orang terdekatnya, termasuk seorang terapis yang membantu Dorris melewati kenangan buruk tersebut mengatakan hal yang serupa.

Dorris mengaku telah mempertimbangkan diri untuk berbicara mengenai insiden tersebut pada 2016, ketika beberapa wanita juga mempublikasikan tuduhan yang sama kepada Trump yang saat itu tengah melawan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Tetapi dia memutuskan untuk tidak melapor, sebagian karena dia pikir hal itu dapat membahayakan keluarganya.

“Sekarang saya merasa anak perempuan saya akan berusia 13 tahun dan saya ingin mereka tahu bahwa mereka tidak membiarkan siapa pun melakukan apa pun yang tidak mereka inginkan,” jelas Dorris.

“Dan saya lebih suka menjadi panutan. Saya ingin mereka melihat bahwa saya tidak tinggal diam, bahwa saya menentang seseorang yang melakukan sesuatu yang tidak dapat diterima," imbuhnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02