Tantangan Terbaru TikTok Bernama Pemilu Presiden AS

Aplikasi TikTok kembali menjadi sorotan jelang pemilu Amerika Serikat/Net

Aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan China ByteDance Technology, yakni TikTok yang sudah mendapar pengawasan ketat dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kini menghadapi ujian baru di negeri Paman Sam, yakni pemilu presiden.

TikTok kini di disoroti soal bagaimana aplikasi tersebut menangani konten terkait pemilu presiden Amerika Serikat yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

TikTok yang awalnya dikenal sebagai aplikasi hiburan berisi video singkat berisi lelucon atau atau tarian konyol kini semakin berkembang dengan konten bernada politik dari penggunanya.

Di Amerika Serikat sendiri, tagar Trump2020 dan Biden2020 secara kolektif memiliki lebih dari 12 miliar tampilan di aplikasi tersebut saat ini.

Meski begitu, Kepala Keamanan TikTok Amerika Serikat, Eric Han pekan ini mengatakan bahwa timnya terus bekerja untuk memastikan aplikasi dapat tetap menjadi tempat hiburan dan ekspresi diri yang konyol.

Aplikasi ini menjadi primadona tersendiri di negeri Paman Sam. Saat ini terdapat sekitar 100 juta pengguna aktif bulanan TikTok di negara tersebut.

Han memastikan bahwa pihaknya memetakan pendekatannya sendiri terhadap materi terkait pemilu, dengan mempertimbangkan apa yang disebut Han sebagai "kisah peringatan" dari saingan media sosial yang lebih mapan.

Mitra pemeriksa fakta TikTok, Lead Stories dan PolitiFact, mengatakan mereka telah meninjau ratusan video yang berisi informasi politik yang salah di aplikasi tersebut.

Salah satu kasus informasi politik yang salah adalah konten yang menyebut bahwa calon wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris mengancam akan membalas dendam pada pendukung Trump atau konten soal siapa yang muncul di catatan penerbangan pemodal yang dipermalukan Jeffrey Epstein.

Tetapi tidak seperti Facebook Inc dan Twitter Inc, TikTok tidak menandai konten berisi informasi yang salah kepada penggunanya. Sebaliknya, TikTok menyimpan penilaian pemeriksa fakta secara internal dan menggunakannya untuk menghapus konten, atau mengurangi jangkauannya.

"Banyak dari kita berasal dari platform lain, kita telah melihat bagaimana pemeriksaan fakta bekerja, kita telah melihat bagaimana pelabelan bekerja," kata Han seperti dikabarkan Reuters (Kamis, 17/9).

Menurutnya, pihak TikTok sangat menyadari bahwa label pengecekan fakta dapat menjadi bumerang dengan membuat pengguna menggandakan keyakinan yang tidak akurat atau menganggap semua konten yang tidak berlabel itu sah.

Han menambahkan bahwa TikTok tidak menerima iklan politik dan tidak mengizinkan kesalahan informasi yang dapat menyebabkan kerugian, termasuk konten yang menyesatkan pengguna tentang pemilu.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36