Belarusia Akan Tutup Perbatasan Dengan Polandia Dan Lituania, Lukashenko: Saya Tidak Ingin Berperang

Presiden Belarusia, Lukashenko/Net

Presiden Lukashenko mengatakan pada Kamis bahwa Belarusia terpaka menutup perbatasannya dengan dua negara tetangga, Polandia dan Lithuania, serta memperkuat kontrol dengan tetangga lainnya, Ukraina.

Belarusia berada dalam krisis politik menyusul hasil pemilihan presiden pada 9 Agustus lalu yang dirusak oleh tuduhan kecurangan yang menyebabkan demonstrasi massal. Massa memprotes dan  melawan Lukashenko yang telah berkuasa sejak 1994. 

Aksi protes berjalan berminggu-minggu menuntut pengunduran dirinya.  Lukashenko juga menghadapi kritik yang meningkat dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).

"Kami dipaksa untuk menarik pasukan dari jalan-jalan, membuat tentara waspada dan menutup perbatasan negara bagian di barat, terutama dengan Lituania dan Polandia," kata Lukashenko di forum wanita seperti dikutip dari AP, Jumat (18/9).

Lukashenko juga mengatakan perbatasan Belarusia dengan Ukraina akan diperkuat.

“Saya tidak ingin negara saya berperang. Selain itu, saya tidak ingin Belarusia dan Polandia, juga Lithuania berubah menjadi teater operasi militer di mana masalah kami tidak akan terselesaikan," ujarnya.

“Oleh karena itu, hari ini di depan aula orang-orang yang paling cantik, maju, dan patriotik ini saya ingin memohon kepada orang-orang di Lituania, Polandia, dan Ukraina - hentikan politisi gila Anda, jangan biarkan perang pecah!” serunya.

Namun, Juru Bicara Pemerintah Polandia Piotr Muller dalam pesan teksnya mengatakan Polandia tidak mendapat konfirmasi bahwa perbatasan benar-benar telah ditutup. Kementerian luar negeri Polandia melaporkan bahwa sampai saat ini perbatasan beroperasi seperti biasa.

“Kami menganggap ini sebagai elemen lain dari kampanye propaganda, permainan psikologis yang bertujuan untuk menciptakan rasa ancaman dari luar," ujar Piotr Muller.

Kepala penjaga perbatasan Lithuania Rustamas Liubajevas juga mengatakan perbatasan di sana beroperasi seperti biasa. Mereka belum menerima perintah tentang pembatasan perbatasan dan akan mencari informasi lebih lanjut soal ini.

"Kami tidak tahu apa artinya, apakah mereka akan menutup perbatasan dengan kargo, atau orang, atau sesuatu yang lain? Kami perlu menunggu dan melihat apa arti pengumuman itu dan bagaimana penerapannya," ujar Menteri Luar Negeri Lithuania, Linas Linkevicius.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53