Farah.ID
Farah.ID

Walau Kasus Tinggi Pemerintah Swedia Tidak Pernah Menutup Sekolah Dan Wajib Masker Sejak Awal Pandemik Covid-19

LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 18 September 2020, 09:56 WIB
Walau Kasus Tinggi Pemerintah Swedia Tidak Pernah Menutup Sekolah Dan Wajib Masker Sejak Awal Pandemik Covid-19
Ilustrasi/Net
Seolah melawan tren global di mana banyak sekolah lebih memilih metode pembelajaran jarak jauh demi menghindari penyebaran virus corona, sekolah-sekolah Swedia justru tetap membuka sekolah tatap muka meskipun angka kasus Covid-19 di negara itu cenderung tinggi.

Swedia tidak seperti kebanyakan anak di seluruh Eropa, siswa di negara itu tidak pernah melewatkan satu hari pun sekolah karena virus corona.

Otoritas kesehatan masyarakat negara itu membuat keputusan untuk tetap membuka sekolah sejak awal wabah dan mereka bertahan bahkan ketika tingkat kematian sepuluh kali lebih tinggi daripada di tetangga Nordik Swedia.

Kelas telah diwajibkan untuk semua siswa hingga usia 16 tahun, tanpa masker wajah wajib untuk siswa atau guru.

“Menurut saya bagus kalau mereka tidak memakai masker wajah,” kaya seorang ibu saat dia meninggalkan anak-anaknya di sekolah.

“Saya pikir sangat penting bagi mereka untuk pergi ke sekolah, jika tidak maka akan sangat sulit bagi saya untuk bekerja," tambahnya seperti dikutip dari France 24, Kamis (17/9).

Para guru juga percaya bahwa sangat penting untuk tetap terbuka, terutama untuk siswa yang kesulitan.

“Mereka membutuhkan guru di ruangan yang sama dengan mereka untuk menyemangati dan mengklarifikasi banyak hal,” kata Charlotte Hammarback, seorang guru di Sekolah Dasar NYA di Stockholm.

“Sebagian besar siswa ini tidak akan meminta bantuan, mereka hanya akan duduk dan menunggu sampai seseorang mendatangi mereka.”

EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA