Bantu Belarusia, Polandia Usulkan Dana Stabilisasi UE Satu Milyar Euro

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki/Net

Polandia pada hari Kamis mengusulkan dana stabilisasi UE untuk Belarus senilai setidaknya satu miliar euro (1,2 miliar dolar AS), saat pemimpin oposisi teratas bersiap untuk bertemu dengan para menteri luar negeri UE di Brussels.

Seruan Warsawa untuk dukungan keuangan datang beberapa hari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung orang kuat Belarusia Alexander Lukashenko dan menjanjikan pinjaman 1,5 miliar dolar AS.

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menyebutnya sebagai 'Rencana Marshall baru', mengacu pada program AS yang memompa bantuan keuangan besar-besaran ke Eropa Barat untuk dibangun kembali setelah Perang Dunia II.

"Dana tersebut harus benar-benar signifikan... jadi setidaknya satu miliar euro pada tahap ini," katanya pada konferensi pers bersama dengan mitranya dari Lithuania di Vilnius, seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/9).

Rencananya dana bantuan tersebut untuk disalurkan ke usaha kecil dan menengah di Belarus, sambil memfasilitasi akses ke pasar UE untuk eksportir Belarusia dan membuka ekonomi Belarusia.

Morawiecki mengatakan dia akan secara resmi mempresentasikan rencana itu pada 24-25 September di Dewan Eropa, seraya menambahkan bahwa beberapa anggota UE timur telah mendukungnya.

Proposal itu muncul setelah berminggu-minggu protes yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemerintahan Lukashenko selama 26 tahun berkuasa.

Pemerintah Belarus telah menghadapi protes itu dengan sikap keras, tak terkecuali kepada para jurnalis.

"Kami menuntut agar tekanan terhadap jurnalis dihentikan," kata tut.by, outlet Belarusia terkemuka. "Kami akan memperjuangkan hak kami."

Protes itu menyusul pemilihan presiden pada 9 Agustus di mana Lukashenko dan saingannya Svetlana Tikhanovskaya sama-sama mengklaim kemenangan.

Tikhanovskaya, yang telah melarikan diri ke Lituania, akan melakukan perjalanan ke Brussel untuk bertemu dengan para menteri luar negeri Uni Eropa pada hari Senin mendatang, kata juru bicara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Pekan lalu dia memperingatkan bahwa Belarusia berada di ambang jurang ekonomi karena perusahaan swasta Belarusia, terutama di sektor teknologinya yang dinamis, mulai mencari peluang di negara-negara tetangga UE.

Pada hari Kamis, dia mengatakan pihak oposisi sedang menyusun daftar hitam yang berisi nama-nama pejabat Belarusia dan petugas polisi yang bertanggung jawab atas penindasan yang dapat menghadapi tuntutan.

"Saya mendesak pasukan keamanan untuk menghentikan kekerasan dan bergabung dengan rakyat Belarusia. Jika tidak, Anda tidak akan lolos dari pengadilan dan hukuman yang adil," kata Tikhanovskaya dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa sedang mempersiapkan sanksi akhir bulan ini terhadap mereka yang dianggap bertanggung jawab atas kecurangan dalam pemungutan suara dan menghentikan protes.

Negara-negara Baltik Estonia, Latvia, dan Lithuania telah memasukkan Lukashenko dan 29 pejabat tinggi lainnya ke dalam daftar hitam dari komisi pemilihan, kementerian dan polisi.

Lukashenko telah meminta dukungan Rusia dalam krisis yang terjadi saat ini dan berjanji untuk memperkuat hubungan dengan Moskow pada pertemuan langsung dengan Putin di resor Laut Hitam Sochi minggu ini.

Sementara itu Putin sangat ingin menyatukan Rusia dan Belarusia, dan Moskow telah menyertai tawaran bantuannya dengan seruan untuk integrasi yang lebih erat.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova pada Kamis mengatakan Lukashenko juga telah menjanjikan reformasi konstitusional yang bertujuan meliberalisasi sistem politik.

"Kami tahu bahwa pekerjaan praktis ke arah ini sudah dilakukan," kata Zakharova, seraya menambahkan bahwa Rusia mengharapkan situasi di Belarusia menjadi normal secepat mungkin.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53