Kedapatan Tidur Di Kemudi Mobil Self-Driving Yang Melaju 150 Km Per Jam, Pria Ini Dituntut

Tesla Model S yang memiliki kemampuan self-driving/Net

Seorang pria British Columbia di Kanada didakwa karena tertidur di kemudi mobil self-driving yang melaju dengan kecepatan 150 km per jam.

Polisi Royal Canadian Mounted (RCMP) mengumumkan dakwaan kepada seorang pria berusia 20 tahun yang ditemukan tidur di kemudi Tesla Model S yang melaju kencang di jalan raya dekat kota Ponoka, Provinsi Alberta pada 9 September.

Dakwaan diajukan pada Kamis (17/9) karena insiden tersebut dianggap membahayakan dan mendapat keluhan dari warga.

"Mobil itu tampaknya mengemudi sendiri, dengan kecepatan lebih dari 140 km per jam, dengan kedua kursi depan bersandar sepenuhnya dan kedua penumpang tampak tertidur," ujar RCMP dalam sebuah pernyataan yang dikutip The Guardian.

Polisi sendiri menyebut, setelah menyalahkan lampu, mobil listrik karya perusahaan milik Elon Musk itu melaju hingga tepat 150 km per jam. Di mana batas kecepatan di sebagian besar jalan raya Kanada adalah 110 km per jam.

Alhasil, pengemudi didakwa dengan mengebut dan diberi penangguhan lisensi 24 jam karena mengemudi dalam keadaan lelah.

Provinsi juga telah memutuskan untuk menuntut pengemudi dengan tuduhan mengemudi berbahaya. Ia akan menghadiri sidang di pengadilan pada Desember.

Perkembangan kendaraan self-driving yang dipelopori oleh Tesla memang memicu pro-kontra. Khususnya bagi regulator yang mencoba menentukan keamanan dan efektivitas sistem on-board.

Pada Januari, seorang pengemudi Ontario didakwa ketika petugas melihatnya menggosok gigi dengan kedua tangan sementara mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan 135 km per jam.

Dua bulan sebelumnya sebuah kendaraan Tesla terlihat mengemudi di sisi jalan yang salah, tanpa pengemudi.

Di Amerika Serikat, pejabat sedang menyelidiki sejumlah kecelakaan fatal yang melibatkan fungsi "autopilot", termasuk di mana pengemudi menggunakan fitur tersebut untuk bermain dengan ponselnya.

"Meskipun pabrikan kendaraan baru memiliki perlindungan bawaan untuk mencegah kecelakaan, sistem keselamatan itu hanya tambahan," kata pengawas RCMP, Gary Graham dalam pernyataannya.

“Mereka bukanlah sistem yang dapat mengemudi sendiri. Keamanan tetap datang dan menjadi tanggung jawab mengemudi," sambungnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02