Agen Mata-mata Mossad Beri Sinyal, Arab Saudi Segera Merapat Lakukan Normalisasi Dengan Israel

Kepala Mossad, Yossi Cohen/Net

Ketika UEA dan Bahrain menyatakan kesepakatan normalisasi dengan Israel, banyak yang mempetanyakan apakah ada kemungkinan Arab Saudi mengikuti langkah kedua negara itu. Kepala agen mata-mata Israel Mossad rupanya bersedia membocorkan kemungkinan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 yang disiarkan Rabu malam, Kepala Mossad Yossi Cohen mengindikasikan bahwa Arab Saudi dapat sejalan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Apakah itu berarti ia sudah melakukan tatap muka dengan pihak Kerajaan Arab sehingga mengutarakan kemungkinan itu? Cohen menolak untuk berkomentar.

"Saya memilih untuk tidak berkomentar," katanya sambil tersenyum ketika pertanyaan diarahkan kepada pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS), seperti dikutip Time of Israel, Jumat (18/9).

Sementara beberapa media mengutip bahwa Cohen bepergian ke negara-negara Teluk untuk perjalanan rahasia selama beberapa tahun terakhir ini. Dia sedang membangun hubungan klandestin yang lebih dekat dengan negara-negara Arab.

Diketahui, Cohen dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Bahkan ia adalah utusan rahasia Israel untuk negara-negara Teluk.

Dia adalah salah satu dari sedikit pejabat Israel yang menemani Netanyahu ke upacara penandatanganan perjanjian baru-baru ini untuk menormalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain pada hari Selasa di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS).

Cohen mengatakan langkah untuk meresmikan hubungan normalisasi dengan UEA da Bahrain, juga beberapa negara Arab lainnya dicapai melalui upaya  bertahun-tahun menjalin pendekatan dan komunikasi yang sangat hati-hati.

"Anda harus membangun sistem saling percaya antara kami dan mereka... kepercayaan, bahwa kami di sini untuk mereka dan mereka di sini untuk kami, bersama-sama melawan semua ancaman ini," katanya.

Dia menegaskan bahwa kekhawatiran di kawasan Timur Tengah terhadap Iran memainkan peran utama dalam jeda negara-negara Teluk yang tidak mengakui Israel selama beberapa dekade. Sikap negara-negara Teluk itu sebagai pembelaan mereka pada Palestina yang berkonflik dengan rezim Zionis. Konflik itu belum terselesaikan hingga saat ini

"Perjanjian yang ditandatangani Israel secara terpisah dengan Bahrain dan UEA adalah perubahan strategis dalam perang melawan Iran," kata Cohen.

Cohen menambahkan bahwa dia yakin negara-negara Teluk memutuskan untuk mengesampingkan masalah Palestina demi hubungan terbuka dengan Israel.
"Karena setiap negara perlu memilih kepentingan langsung versus kepentingan jangka panjang, dan di sini saya percaya bahwa Bahrain dan Uni Emirat Arab telah memilih kepentingan jangka panjang mereka," katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump telah mengindikasikan beberapa negara lainya akan segera menyusul sejalan untuk membangun hubungan terbuka dalam waktu dekat.

Ditanya apakah kekuatan regional utama Arab Saudi dapat bergerak untuk melakukannya di masa mendatang, Cohen menjawab: "Saya yakin itu bisa terjadi."

Dan saat ditanya apakah dia telah bertemu dengan pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dia tersenyum dan berkata, "Saya tidak ingin berkomentar tentang hal itu."

Sementara Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa dia mengharapkan Arab Saudi segera menyusul untuk menormalkan hubungan dengan Israel.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02