Kesal Dipanasi Terus, Menhan Turki: Macron Mencoba Mainkan Peran Napoleon Bonaparte Tapi Dia Tidak Cukup Kuat!

Menteri Pertahanan Hulusi Akar/Net

Turki kembali mengeluarkan kecamannya terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron karena dianggap terus memanasi konflik yang terjadi di laut Mediterania Timur.

Turki melalui Menteri Pertahanan Hulusi Akar bahkan mengibaratkan Macron tengah menambahkan bahan bakar ke dalam api di Mediterania Timur dan mempersulit penyelesaian masalah di kawasan tersebut.

Dalam wawancara eksklusif dengan Channel 4 News Inggris, Akar mengatakan presiden Prancis itu sedang mencoba untuk mengambil peran Napoleon yang meninggal dua abad lalu tetapi Macron tidak cukup kuat untuk ini.

Akar mengatakan Macron mencoba memiliki beberapa peran di Mediterania Timur untuk mengaburkan masalahnya di Prancis.

"Dia mencoba untuk memainkan peran di Mediterania Timur dengan datang dari jarak ribuan kilometer, yang tidak benar," kata Akar, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (18/9).

 Dia menekankan bahwa Turki membela hak dan kepentingannya, dengan mengingatkan bahwa Turki memiliki sekitar 2.000 kilometer (sekitar 1.242 mil) garis pantai di Mediterania Timur.

Menyinggung mengenai upaya meditasi NATO, Akar mengatakan sementara Yunani enggan dan memperlambat solusi masalah Mediterania Timur dengan beberapa prasyarat, Turki justru mendukung diadakannya pertemuan-pertemuan ini.

Menarik perhatian pada aktivitas Yunani di Laut Aegea, Akar mengatakan Yunani telah mempersenjatai beberapa pulau, terutama Meis, atau Kastellorizo, di Laut Aegea dan wilayah yang melanggar hukum internasional.

"Ini merupakan pelanggaran hukum dan perjanjian internasional antar negara. Ini merupakan ancaman bagi Turki. Ini berdampak negatif pada hubungan bertetangga yang baik," ujarnya.

"Tetangga Yunani kami dengan egois berbicara tentang hak-hak mereka. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengabaikan hak kami dalam setiap kondisi. Ini tidak dapat diterima," kata Akar.

Turki hanya mengharapkan penghormatan terhadap hak-haknya dari semua pihak, katanya.

Terkait sikap Uni Eropa terhadap masalah tersebut, ia mengatakan bahwa Uni Eropa tidak berkontribusi pada solusi dan telah menjadi bagian dari kebuntuan.

Dia mengatakan Uni Eropa tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan atau mengubah aturan atau menarik perbatasan di Mediterania Timur.

Mengenai seruan sanksi dari anggota UE ke Turki, dia mengatakan itu adalah bahasa yang mengancam dan bahwa mereka sering berbicara tentang sanksi dengan berbagai cara.

“Sikap UE ini hanya menimbulkan ketegangan,” tambah Akar.

UE harus memahami bahwa setiap orang harus mematuhi semua aturan hukum internasional, Akar menekankan, menambahkan bahwa blok tersebut, terutama Macron, sangat partisan dan bias pada masalah ini.

Terkait kegiatan eksplorasi hidrokarbon di Mediterania Timur, Akar mengatakan bahwa Turki sedang melakukan pekerjaan teknis dan ilmiah di wilayah tersebut seperti yang telah dilakukan sebelumnya di dalam landas kontinennya.

"Kami melakukan ini dalam kerangka hak kami sendiri. Tidak ada provokasi apapun di sini," tegasnya.

 Akar juga mengatakan pekerjaan Turki di kawasan itu terdiri dari penggunaan hak yang ada secara terencana, terjadwal, terbuka, dan transparan.

Ketegangan baru-baru ini meningkat karena masalah eksplorasi energi di Mediterania Timur.

Yunani telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di wilayah tersebut, mencoba mengotak di wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

 Untuk mengurangi ketegangan, Turki telah menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil dari sumber daya kawasan.

Sementara itu, delegasi militer Turki dan Yunani telah mengadakan pertemuan teknis di markas NATO di Brussel untuk membahas cara-cara mengurangi risiko insiden di tengah meningkatnya ketegangan di Mediterania Timur.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02