IRGC: Mr. Trump, Kami Akan Membalas Mereka Yang Bertanggung Jawab Atas Kemartiran Qassem Soleimani

Letnan Jenderal Qassem Soleimani/Net

Garda Revolusi Iran (IRGC) merespons laporan intelijen Amerika Serikat (AS) terkait upaya serangan balasan atas pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani pada Januari oleh Washington.

Kepala IRGC, Jenderal Hossein Salami dalam situs pasukan militer Iran tersebut, yang dikutip oleh Radio Free Europe pada Sabtu (19/9), mengatakan pihaknya akan membalas dendam atas kematian Soleimani.

Namun bukan Dutabesar AS untuk Afrika Selatan, Lana Marks yang akan menjadi sasarannya. Melainkan mereka yang bertanggung jawab atas serangan udara AS yang menargetkan konvoi Soleimani di Bandara Baghdad Irak pada 3 Januari 2020.

"Mr. Trump! Balas dendam kami atas kemartiran jenderal besar kami sudah jelas, serius, dan nyata," ujar Salami.

"Kami akan memukul mereka yang memiliki peran langsung dan tidak langsung. Anda harus tahu bahwa semua orang yang berperan dalam serangan tersebut akan dipukul, dan ini adalah pesan yang serius. Kami membuktikan semuanya dengan aksi," sambungnya.

Terkait dengan laporan intelijen yang menyatakan Iran akan menyerang Marks karena dianggap sebagai teman Presiden AS Donald Trump, Salami menyanggahnya dengan tegas.

"Apakah menurutmu kita akan memukul dutabesar perempuan sebagai imbalan atas saudara laki-laki kita yang syahid?" tutur Salami.

Pada 12 September, Politico memuat sebuah laporan eksklusif dari intelijen AS. Di sana, dua sumber mengungkap, saat ini pemerintah Iran tengah mempertimbangkan untuk membunuh Marks sebagai pembalasan atas kematian Soleimani.

Laporan tersebut juga mengungkap, intelijen AS telah melakukan serangkaian tindakan untuk menyoroti kemungkinan pembalasan tersebut. Penyerangan terhadap Marks sendiri, menurut pejabat AS, hanya satu dari beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah Iran.

Meski komunitas intelijen sendiri tidak begitu yakin pemerintah Iran menargetkan Marks. Namun dubes berusia 66 tahun tersebut dianggap memiliki hubungan persahabatan dengan Trump.

Setelah laporan tersebut muncul, Trump mengancam akan membalas Iran 1000 kali lipat dengan cara apa pun jika mereka melakukan serangan dalam bentuk apa pun.

“Kami menghabisi teroris nomor satu dunia dan pembunuh massal pasukan Amerika dan banyak, banyak pasukan dan banyak orang di seluruh dunia,” kata Trump.

“Qasem Soleimani sudah meninggal. Dia meninggal. Orang jahat. Orang jahat. Orang yang sangat jahat," lanjutnya.

Setelah AS melakukan serangan udara yang membuat nyawa Soleimani melayang, Iran melancarkan serangan rudal balistik yang menargetkan pangkalan militer Amerika di Irak.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20